Ilustrasi mudik motor

SolusiMobil.com - Mudik atau pulang kampung telah menjadi tradisi bagi masyarakat Indonesia menjelang lebaran. Berbagai moda transortasi pun digunakan untuk bisa pulang kampung, salah satu transportasi yang menjadi favorit saat mudik adalah sepeda motor.

 
Namun risiko mudik menggunakan sepeda motor masih tinggi, bahkan angka tertinggi kecelakaan saat mudik masih didominasi oleh pengendara sepeda motor. Banyak faktor penyebab kecelakaan, selain kondisi jalan yang kurang bagus, penerangan kurang, bahkan faktor manusia yang tidak mau tertib berlalu lintas juga menjadi penyebab terjadinya kecelakaan.
 
Bagi Anda yang henda mudik menggunakan sepeda motor, ada baiknya Anda simak tips mudik menggunakan sepeda motor yang dipandu oleh Jusri Pulubuhu Founder & Lead Instructor Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) yang dilansir oleh Dapurpacu.
 
Menurut Jusri, ada 4 fase mengendara defensive yang harus dicermati yakni, Fase Persiapan Kendaraan, Fase Persiapan Kesehatan & Stamina, Fase Trip Manajemen dan Fase Antisipatif.
 
PERSIAPAN KENDARAAN:
Untuk mendapatkan kualitas pengerjaan yang baik, maka sejak awal motor sudah diarahkan untuk mendapatkan pemeriksaaan kendaraan dari bengkel terpecaya. Usahakan jangan terlalu mepet dengan waktu mudik. Lakukan pemeriksaan motor dengan referensi metoda “T-Clock”. T: Tire & Rims (periksa kondisi kualitas ban motor berikut grip/permukaan ban, termasuk tekanan angin ban. Selanjutnya, periksa kondisi velk) jangan ragu untuk menggantinya ketimbang menjadi masalah dalam perjalanan nanti.
 
C: Control & Cables. Arahkan kepada mekanik untuk memeriksa kondisi steering system yang meliputi laher , clam – clam, triple T termasuk ketegangan dan kerenggangan tuas rem tangan dan kopling (jika ada) atau tuas rem belakang (bagi skutik). Setelah itu minta mekanik untuk memeriksa kondisi kabel – kabel rem dan kopling, apakah hanya memerlukan pelumasan atau harus diganti?
 
L: Lights & Electric, tak kalah penting karena perannya sebagai alat penerangan dan komunikasi, maka kondisi lampu – lampu termasuk turutannya harus masuk list diperiksa. Selanjutnya, seluruh peralatan kelistrikan seperti klakson, sekering harus menjadi perhatian.
 
O: Oils, kalau ini biasanya mudah kita mengingatnya mulai oli mesin, transmisi (terkadang sering juga disebut oli gardan untuk motor skuter otomatik (Skutik). Jangan lupa cek kualitas minyak rem apakah sudah waktunya diganti.
 
C:Chassis & Chain, ini mulai dari alignment kelurusan rangkaian chasis – arm – as roda hingga kondisi rangkaian suspensi shock roda depan – shock roda belakang hingga kondisi rantai dan sproket nya. Jika skutik pastikan rangkaian CVT ikut diperiksa mulai belt, roler dan lainya.
 
K: Kickstand & Side/Centerstand, urusan kecil yang terlewat membuat perjalanan anda menjadi tidak nyaman dan lancar, gara – gara pemeriksaan kondisi starter kaki sebagai backup untuk menstarter ketika starter tangan ngadat, atau kondisi standard samping dan tengah yang tidak berfungsi karena per penarik nya rusak atau lepas di tengah perjalanan.
 
PERSIAPAN KESEHATAN & STAMINA:
Masalah stamina menjadi isu penting pada saat mudik, perjalanan yang panjang dan macet mudah membuat stamina biker kedodoran, biker yang melakukan perjalanan panjang pada saat mudik pada siang hari dan itu dilakukan bersamaan puasa merupakan pekerjaan berat yang sangat menguras stamina.
 
Apabila Anda melakukan perjalan mudik pagi hari,lakukan sahur dan Anda tidak perlu berlama – lama untuk menunggu subuh. Jikalau, Anda tidur Pukul 21:30 dan bangun Pukul 03:45 artinya masa tidur anda mencapai 6 jam lewat 15 menit. Nah anda akan mengalami keletihan yang sangat sekitar Pukul 10:45 – 11:45 WIB.
 
Kontribusi asupan pada stamina? Pola asupan sangat berarti dalam aspek stamina yang dibutuhkan seorang biker ataupun penumpangnya. Bekali asupan – asupan yang mengandung protein dan mineral yang terdiri dari sayuran, daging kaya protein, susu, dan yoghurt. Hindari makanan berlemak dan berminyak, seperti junk food. Hindari minuman yang mengandung kafein, minuman berkafein seperti kopi, teh, cola, dan soft drink saat berbuka maupun sahur.
 
TRIP MANAJEMEN:
Lakukan perencanaan dengan matang untuk rute – rute yang harus dilewati, pertimbangkan aspek Keamanan – Kelancaran – Kenyamanan dan Keselamatan dalam memilih rute dan waktu perjalanan. Pilih waktu perjalanan pada pada siang hari, hindari perjalanan ketika matahari telah terbenam walaupun kondisi anda masih kuat atau lampu penerangan motor anda cukup terang. Usahakan berangkat paska subuh, udara masih segar dan sejuk, lakukan manajemen istirahat secara periodik setiap perjalanan telah mencapai maksimal waktu 90 – 120 menit, istirahat hingga 30 – 45 menit.
 
FASE ANTISIPATIF
Pengendara defensive (antisipatif) pastinya tidak reaktif namun cenderung pro-aktif. Indikasinya sangat mudah, pola pengendara antisipatif: identik dengan mengendarai secara smooth, konstan speed tidak melakukan manuver yang tiba – tiba, jikalau harus berhenti atau memperlambat kecepatanya, maka perlambatan yang dilakukan secara bertahap dan halus tidak menghentak.