Mesin Mobil

SolusiMobil.com - Masalah pada mobil sebenarnya bisa sangat mudah dideteksi, misalnya melalui suara yang muncul. Namun, kebanyakan pengendara tak memahami suara-suara yang muncul pada tunggangannya.

 

Salah satu contohnya yakni bila mendengar suara pada bagian mesin, bisa jadi hal ini karena bagian van belt yang mungkin terlalu kencang. Suara aneh pada kendaraan tentu mengganggu pemilik, sehingga kendaraan langsung dibawa ke bengkel tanpa mengetahui dengan jelas dari mana asal suara tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Technical Service Division Toyota Astra Motor (TAM), Iwan Abdurrahman, mengatakan, pemilik harus mencari tahu terlebih dahulu asal suara pada kendaraan. “Cara pertama yang cukup mudah adalah membandingkan suara dari sebelum terdengar suara tersebut, pasti pelanggan tahu kalau memang punya mobil tersebut cukup lama,” ungkapnya.

Selain cara tersebut, Iwan juga mengatakan pemilik bisa membandingkan suara mesin dengan mobil sejenis lainnya, sehingga pemilik dapat dengan mudah mendeteksi suara yang timbul.

“Bandingkan sama suara mobil sejenis. Misalnya menggunakan milik orang lain, jika memang Anda merasa ada yang aneh dengan suara mesin tersebut,” kata Iwan.

Salah satu contohnya yakni bila mendengar suara pada bagian mesin, bisa jadi hal ini karena bagian van belt yang mungkin terlalu kencang.

Efek bila diabaikan, komponen ini bisa putus yang memicu tidak bekerjanya water pump dan alternator (dinamo ampere). Jika sudah begini, dapat mengakibatkan mesin overheating maupun baterai (aki) tidak mendapat pengisian arus yang nantinya akan membuat kendaraan menjadi mogok.

Kondisi van belt yang abnormal (terlalu kendor) juga bisa menimbulkan bunyi lain, yaitu bunyi mencicit. Efek buruknya sama dengan van belt terlalu kencang.

Berikut ini beberapa jenis suara pada mesin yang harus diperhatikan seperti dilansir VIVA:

1. Suara klik-klik yang teratur bisa saja disebabkan oleh pergerakan katup. Untuk perbaikan, lakukan pengesetan celah bebas katup ke bengkel. Kemudian, suara knocking pada mesin saat ada beban atau putaran dipercepat. Bisa saja disebabkan oleh bensin beroktan rendah, endapan karbon, waktu penyalaan yang terlalu cepat.

Untuk perbaikan, sebaiknya segera ganti bensin dengan oktan lebih tinggi, bersihkan endapan karbon dan set waktu penyalaan dengan benar.

2. Sedangkan suara ketokan atau dentaman yang pelan saat piston naik disebabkan oleh bantalan di piston aus. Kesalahan biasanya karena pemasangan batang piston, kurang oli.

3. Ada pula suara ketokan logam dua kali terdengar saat mesin tanpa beban, penyebabnya yakni pin piston sudah aus atau longgar.

4. Suara bergetar sewaktu percepatan yang disebabkan oleh ring piston atau dinding silinder yang sudah aus atau patah. Bisa pula tegangan ring piston rendah.

5. Suara berdecit-decit yang singkat di kepala silinder dan disebabkan oleh piston menggores dinding silinder, badan piston patah, kesalahan pemasangan batang piston, kurang oli.

6. Suara ketokan antar logam berdentam (saat mesin mendapat beban atau dipercepat). Jika derunya teratur, bantalan luncur poros engkol sudah aus. Jika deraunya tak teratur dan tajam, bantalan duduk (thrust bearing) sudah aus. [Dt/Wa]