Tester-Kaca-Film

SolusiMobil.com – Semakin gelap kaca film maka semakin baik dalam mereduksi panas sinar matahari, anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Pasalnya, seiring kemajuan teknologi, kaca film yang terlihat bening ternyata memiliki kemampuan nyaris sama dengan yang lebih gelap.

 

Pada dasarnya, sinar matahari terdiri dari tiga unsur yakni visible light (VL atau cahaya tampak), ultraviolet (UV), dan inframerah (IR). Menangkal panas dengan memakai kaca film lebih gelap memang berpengaruh, namun belum maksimal jika tidak dibarengi perlindungan terhadap UV dan IR.

 

Dikutip dari Dapurpacu, Ratno, Manager Mutiara Film, spesialis kaca film mobil dan bangunan yang buka gerai di MGK Kemayoran, lantai 6 Blok B1 No 8 Jakarta Pusat mengatakan, kemampuan kaca film dalam menolak tiga faktor tersebut dapat diukur mengunakan alat bernama transmission meter.

 

“Trasmission meter dapat mengukur ketiganya (VL, UV dan IR). Tiga ini memang yang perlu diperhatikan kalau mau ganti kaca film. Jadi bukan sekedar tingkat gelapnya, tapi penangkal UV dan IR-nya juga musti dibandingkan,” imbuh pria ramah ini.

 

Pada Trasmission Meter, makin tinggi persentase VL menandakan jumlah sinar yang masuk ke kabin makin banyak. Artinya kabin makin terang karena cahaya yang tembus ke kaca lebih banyak. Begitu pula sebaliknya, jika VL rendah maka kabin semakin gelap karena cahaya yang tembus sedikit.

 

Hal tersebut berbeda dengan UV dan IR. Semakin rendah kedua persentase sinar yang berbahaya bagi kulit manusia tersebut di Trasmission Meter, maka semakin baik. Semua faktor tersebut, menghasilkan Total Solar Energy Rejected atau persentase keseluruhan panas yang ditolak kaca film.

 

“Tingkat ideal kaca film yaitu mampu menangkal 100% sinar UV dan IR. Kaca film yang relatif bening sekarang juga sudah baik menangkal UV dan IR. Ukurannya, jika UV dan IR di Trasmission Meter semakin kecil, maka kaca film tersebut makin bagus,” pungkasnya.[Gls/Wa]