Toko helm ilustrasi


SolusiMobil.com - Helm bekas menjadi salah satu alternatif bagi yang memiliki kantong pas-pasan. Namun juga harus jeli dalam membeli, sebab banyak beredar helm bekas yang didapat dari hasil curian.


Dikutip dari VIVA, ada ciri yang bisa menandakan helm tersebut adalah barang curian atau bukan, yakni terletak di bagian tali pengaitnya. Jika tali pengait putus, dipastikan helm tersebut merupakan hasil kejahatan berupa menyilet di tempat parkir.

Hal itu setidaknya disampaikan "S", seorang pedagang helm bekas yang membuka lapaknya di kawasan Jalan Matraman, dekat Jalan Urip Sumiharjo, Jakarta Timur. Kata "S", meski tak ada pengaitnya, banyak pedagang kemudian mengakalinya dengan berbagai cara, di antaranya diperbaiki dengan tali pengait baru. Yang busanya copot, diganti juga dengan busa baru. Alhasil, sulit menerka, apakah helm yang dijual merupakan barang curian, atau bukan.

Jual-helm-bekas


Sebagai perbandingan, liriklah harga yang dijual untuk sebuah helm NHK Godzila bekas. Edisi barunya dijual bisa Rp400 ribu di toko. Sementara itu, edisi bekasnya dengan kondisi mulus, dijual hanya Rp200 ribu. Itu pun masih bisa negosiasi.

"Kalau konsumen kebanyakan yang beli dari golongan menengah ke bawah. Ya, mereka cari barang saja, yang sekiranya murah beli bekas, mereka ambil," kata dia.

Dia juga mencontohkan harga helm lainnya, sebut saja helm retro merek JPN dengan kaca bogo. Jika di toko dengan status baru dijual dengan banderol Rp220 ribu, ia hanya menjualnya dengan harga Rp140 ribu. Kondisinya pun masih sangat mulus.

"Misalkan helm retro ini, helm yang kacanya bogo, tetapi helmnya biasa. Kita beli awalnya (sama orang yang jual) Rp80 ribu, lalu kita jualnya Rp140 ribu. Bahkan, kalau enggak ditawar sampai Rp180 ribu. Lihat kondisinya," kata dia lagi.

Lirik lagi helm merek KYT model Dj Maru. Di pasaran, harga barunya sekira Rp270 ribu. "Kalau bekasnya di sini saya jual Rp150 ribu," kata dia lagi.

Helm-helm yang jadi barang dagangannya juga didapat dari berbagai cara, di antaranya membeli dari pengendara yang ingin tukar tambah, atau butuh uang. "Kebanyakan helm dapatnya dari tukar-tukar saja, misalkan ada orang pengin tuker helm. Ya, kita jualin stok yang ada di kita buat dia," ujar dia.

Soal modal awal, biasanya "S" mengaku mengeluarkan uang sekira Rp70-Rp110 ribu untuk satu helm yang dijual bekas oleh pelanggan. Harga tebusan tentu bervariasi tergantung kondisi helmnya. Jika sudah dipoles, atau jika mulus langsung terjual, "S" mengaku bisa dapat untuk lumayan besar, sampai dengan setengah dari harga beli.