Ssangyong XLV pada Pameran di Jenewa

 

SolusiMobil.com - Perusahaan Ssangyong Motor, pabrikan mobil terbesar keempat di Korea Selatan, akhirnya meletakkan sebuah kerangka waktu ketika akan memasuki pasar AS. Choi Johng-sik, CEO Perusahaan Ssangyong Motor, telah mengumumkan bahwa pabrikan mobil ini akan masuk ke pasar AS sedini mungkin di 2019 di bawah nama perusahaan yang baru.

 

Johng-sik mengatakan, saat peluncuran mobil SUV kompak ‘Tivoli Air’, bahwa memang benar ada banyak kekhawatiran memasuki pasar AS ini, dan perusahaan berpikir bahwa proyek AS ini akan menjadikan atau menghancurkan perusahaan kami, jadi perusahaan akan berdiskusi penuh dengan Mahindra.

                                 

Produsen mobil Korea mengembangkan penawaran luar negerinya untuk membantu menutupi kerugian akibat turunnya penjualan saat ini pada pasar perusahaan yang utama di Rusia. Dengan persiapan beberapa tahun, Johng-sik telah merencanakan untuk berinvestasi lebih dari $ 100 juta dan mengubah nama perusahaan. Kendaraan pertama yang dijual di AS akan merupakan model SIV-2, sebuah SUV kelas menengah, sebagai SUV yang menjadi kunci utama perusahaan.

 

Selain menembus pasar AS, Ssangyong juga dalam pembicaraan untuk memproduksi kendaraan di Cina, bersama pendukung yang potensial yang meliputi Geely Automobile Holdings Ltd dan Chery Automobile Co Ltd, sampai beberapa nama lagi. Ssangyong saat ini hanya memiliki satu pabrik di Korea Selatan, tapi berharap untuk memperluas produksinya hingga 500.000 unit per tahun. Untuk melakukan hal ini, pabrikan mobil ini ingin memulai produksi kendaraannya di Cina dan Rusia.

 

Ssangyong dimiliki oleh Mahindra & Mahindra dari India. Dan menurut sumber yang tidak disebutkan namanya, mengatakan bahwa kemungkin dua perusahaan itu tidak akan berada pada bisnis sama yang belum direncanakan. Pawan Goenka, Direktur Eksekutif Mahindra, mengatakan bahwa sebuah mobil bagi AS adalah ‘agak di belakang kompor’. [tm]