Toyota

SolusiMobil.com – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menyambut baik langkah pemerintah membuat pelabuhan baru. Sebelumnya memang telah beredar kabar bahwa proyek pelabuhan Cilamaya akan digeser ke arah Timur antara Subang atau Indramayu.

 

“Kami belum dapat konfirmasi resmi. Dari berita yang beredar memang agak jauh dari Cilamaya. Kalau tidak salah 70 km dari pabrik ini (Karawang Plant III). Tapi kami menyambut baik adanya pelabuhan baru,” kata Masahiro Nonami, President Director TMMIN.

 

Nonami mengatakan, adanya pelabuhan baru nantinya tidak hanya menguntungkan industri otomotif di Indonesia, namun juga industri lain karena proses ekspor-impor menjadi lebih mudah. “Perkembangan pelabuhan baru sangat positif,” imbuhnya.

 

Seperti diketahui, pembangunan pelabuhan Cilamaya pertama kali diinisiasi pada era mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Banyak yang menilai, proyek ini untuk memfasilitasi perusahaan Jepang yang berinvestasi di Indonesia, khususnya di sekitar kawasan industri Karawang.

 

Pertamina kemudian keberatan, karena proyek pelabuhan Cilamaya akan mengakibatkan beberapa anjungan minyak di lepas pantai milik Pertamina Hulu Energi harus dipindah. Hal ini akan membuat produksi terhenti, dan turun drastis hingga 43.000 barel per hari.

 

Sampai saat ini pemerintah masih perlu melakukan studi tambahan memindahkan lokasi pelabuhan. Namun rencana pergeseran pembangunan dikatakan tidak mengubah dana investasi yang ditaksir membutuhkan dana sebesar Rp 34,5 triliun.

 

Basis Produksi

 

Sementara itu, Toyota mengatakan Indonesia sudah dilihat oleh prinsipal sebagai salah satu basis produksi dan ekspor global Toyota untuk kendaraan dan mesin di Asia-Pasifik. Buktinya, TMMIN baru saja meresmikan pabrik baru Karawang Plant III.

 

Dikutip dari Dapurpacu, nilai investasi ditaksir senilai Rp 2,3 triliun untuk pembangunan dan pengoperasian pabrik. Kapasitas produksi sebesar 216.000 unit per tahun untuk memproduksi mesin R-NR. Tahun ini, 79.000 unit rencananya di ekspor ke lima negara tujuan di Asia.

 

“Toyota memposisikan Indonesia sebagai basis produksi dan pemasok utama, tidak hanya untuk kendaraan tapi juga mesin. Kami sudah melakukan bisnis di Indonesia selama 45 tahun,” kata Koei Saga, Senior Managing Officer TMC.