Wawan Tembong

SolusiMobil.com - Istilah freestyle dalam dunia sepeda motor sudah umum dipahami banyak biker. Freestyle merupakan kemampuan melakukan atraksi di atas ‘kuda besi’, menciptakan gerakan yang indah. Aksi ini biasanya dilakukan mereka yang sudah ahli. Sangat sedikit sekali biker yang bisa atau memiliki kemampuan freestyle.


Di Indonesia, ada nama Wawan Tembong, yang terkenal piawai melakukan atraksi di atas motor, hingga menyabet berbagai gelar juara, baik nasional maupun internasional. Menurut Wawan Tembong, freestyle di atas motor sebenarnya mudah dilakukan, setelah biker sudah menguasai teknik dasarnya.

"Kuncinya memang percaya diri. Ada satu cara awal agar mereka mahir freestyle, yakni melajukan motor dengan membentuk angka delapan. Jadi, belajar membawa motor, bukan orangnya yang dibawa motor,” kata Wawan Tembong yang dikutip dari VIVA.

Terkait lamanya latihan hingga mahir, juara Motor Stunt Grand Prix Thailand 2016 itu menyebut, waktu tiga bulan sudah cukup. Tetapi, dengan catatan, selama satu bulan pertama, biker yang berlatih wajib menguasai gaya dasar dengan sempurna yakni burnout, wheelie dan stoppie.

"Sebenarnya, kuncinya itu ada di pengereman. Kalau burnout, pengereman juga harus kuat. Termasuk wheelie, rem kaki yang berfungsi dominan. Kalau stoppie, rem tangan yang berfungsi utama. Nah, badan cuma mengikuti atau imbangi saja," kata Wawan.

Menurut pria asal Boyolali itu, para biker yang tengah mempelajari freestyle juga harus memerhatikan motor yang digunakannya. Ia menganjurkan, motor wajib diatur setelan angin ban serta suspensi yang dibuat lembut.

"Modal untuk jadi freestyle itu sebenarnya enggak mahal, berbeda jika main di drag race, karena motor dituntut untuk mengalami berbagai ubahan. Sementara untuk freestyle, kepiawaian pengendara yang diutamakan," jelasnya.

"Yang penting, tekun dan belajar di tempat yang dianjurkan, jangan di jalanan. Lengkapi juga dengan berbagai perlengkapan keamanan, helm, body protector dan sebagainya," ujarnya.

Hal itu dinilai beralasan, karena menurut pengamatannya, masih banyak freestyler pemula yang berlatih dengan asal-asalan. Selain kurang memerhatikan safety, kata Wawan, mereka, meski belum mahir, sudah nekat melakukan gaya yang cukup ekstrem.

Selain itu, ia juga menganjurkan agar kendaraan roda dua yang dipilih untuk freestyle telah mengadopsi sistem injeksi. Sebab, jika masih memakai karburator, kadang suka tersendat, seperti ada jeda saat melakukan aksi.


Bicara soal karier, Wawan Tembong ternyata dahulu adalah seorang pembalap drag race. Sejak belia, ia memang telah tertarik dengan dunia sepeda motor. Tetapi, di drag race kariernya tidak bersinar.

Namanya baru melejit, setelah mulai menekuni dunia freestyle dan sukses menjuarai Stunt Grand Prix 2016 Thailand.

Dia juga mengaku, dahulu sempat merasa diremehkan. Tapi kini, dia bisa membayar lunas anggapan miring tersebut.

"Awalnya, karier saya dari ajang balap drag race. Tetapi, saya lihat ajang drag race terbatas. Sementara freestyle, semua negara punya dan terus dapat dukungan," katanya.

Di ajang Unity Pitstop yang digelar di Stadion Madya, Sempaja, Samarinda, Wawan Tembong sukses membuat gempar dengan aksinya.

Bagaimana tidak, Tembong melakukan freestyle di atas panggung half pipe berukuran 6x30 meter. Kata dia, ini merupakan kali pertama dirinya melakukan aksi tersebut.

Jujur, Tembong sempat merasa riskan melakukan aksinya di ajang tersebut.

"Jujur saja, saya baru pertama kali freestyle di atas panggung dari papan, biasanya kan di aspal. Tentu ini jadi tantangan sendiri buat saya, karena medan jadi seperti banyak bumpy-nya," kata Wawan.[Ms/Wa]