Bus Low Floor

SolusiMobil.com - PT United Tractors Tbk (UT) lebih berkonsntrasi untuk menggarap segmen alat transportasi umum. Selain menggenjot bus gandeng untuk TransJakarta, UT juga menawarkan bus dengan lantai rendah (low floor) merek Scania serta bus untuk pariwisata dan AKAP (Antar Kota Antar Provinsi).

Loudy Irwanto Ellias, Direktur PT UT mengatakan, khusus untuk bus lantai rendah, pihaknya melihat ada peluang di sektor alat transportasi publik. Hal ini untuk mengantisipasi permintaan, khususnya bus trayek semacam Metro Mini dan Kopaja.

“Tapi bukan berarti kita ingin menggantikan Metro Mini dan sebagainya. Tapi kita mau coba. Bus ini punya lantai rendah jadi bisa digunakan buat disable (penyandang catat). Seyogyanya ini akan menggantikan bus left lane (jalanan biasa) dan bukan TransJakarta,” kata Loudy yang dikutip dari Dapurpacu.

Atas undangan PT UT, Dapurpacu.com sempat mencoba jadi penumpang di sekitaran kantor pusat United Tractors di Cakung, Jakarta Timur, Senin (25/4). Kesan pertama naik, bus menawarkan rasa berbeda dibandingkan bus yang selama ini ada di jalan.

Pertama adalah lantai yang rendah membuat penumpang leluasa keluar masuk. Kami memang tidak menghitung tinggi bibir bawah pintu masuk dengan aspal, namun sebagai gambaran, ground clereance axle Scania model AMA 780 yang kami tumpangi hanya berjarak 18,8 cm.

Jarak tersebut memang tidak final. Sebab Scania menambahkan fitur Fast Boarding yang dikendalikan menggunakan Electronic Leveling Control (ELC). Secara sederhana, fitur ini dapat mengatur tinggi rendah bus sesuai keinginan.

Kedua yaitu interior, karena dek-nya rendah, ruang kepala jadi sangat besar. Tidak takut ‘mentok’ meski tinggi badan Anda lebih dari 180 cm. Kemudian desain bangku dan kaca jendela juga besar, menekankan bahwa bus ini dirancang menjadi alat transportasi publik kaum urban.

Meski lantainya rendah, bukan berarti ketinggian tersebut sama sampai belakang. Konstruksinya mirip seperti bus bandara, dengan bagian belakang lebih tinggi. Kendati demikian, bus dapat menampung maksimal 64 penumpang, dengan rincian 35 kursi duduk dan 29 orang berdiri.

Bus Scania dengan kode sasis K250UB 4×2 ini mengadopsi letak mesin belakang. Jantung mengusung dapur diesel berstandarisasi Euro3. Konstruksi mesin 9.0-liter 6-silinder menghasilkan 250 hp pada 1.900 rpm, dan torsi 1.250 Nm pada 1.900 rpm.

Fitur kenyamanan ditunjang suspensi udara (air suspension) baik depan dan belakang. Sedangkan fitur keamanan dilengkapi Electronic Brake System (EBS), dan Anti Lock Braking System (ABS), retarder, bus stop brake, dan fitur hill hold yang menjaga bus tidak mundur saat mulai jalan dari tanjakan.[Gls/Wa]