Esemka Bima

SolusiMobil.com - PT Adiperkasa Citra Esemka Hero (Esemka) menargetkan Agustus tahun ini sudah memasarkan mobil komersial, berupa pikap untuk bisnis di pedesaan. Kini mobil itu tengah diuji di suatu negara.


“Saat ini mobil itu sedang diuji di luar negeri. Nanti pada Juni ini sudah ada di Indonesia. Kita ingin secepatnya memasarkannya,” tutur Managing Director PT Esemka, Hosea Sanjaya, di Jakarta.

Menurutnya, mobil tersebut bakal mengusung mesin 1.000 cc dan 1.200 cc, namun memiliki kapasitas besar dengan volume bak yang besar. Walhasil, kendaraan ini cocok untuk bisnis di pedesaan baik di bidang pertanian, perkebunan, maupun perdagangan.

Ihwal dipilihnya kendaraan komersial sebagai produk perdana Esemka,  karena kendaraan jenis itu dibutuhkan oleh masyarakat sekaligus untuk memicu pertumbuhan ekonomi yang merata di semua wilayah.  “Kalau kita lihat di pasar saat ini, rata-rata pabrikan menggarap wilayah perkotaan. Namun kami sebaliknya. Karena filosofi bisnis kami adalah untuk memberikan nilai tambah yang sebanyak-banyaknya kepada bangsa dan negara,” paparnya.

Meski begitu, tak berarti Esemka melupakan segmen kendaraan penumpang. Setelah  memproduksi dan memasarkan kendaraan komersial, pada tahun selanjutnya perusahaan otomotif garapan mantan Kepala BIN, AM Hendropriyono, ini bakal membuat mobil penumpang.

Meski tak disebut secara terang-terangan, namun mobil itu diperkirakan sebagai mobil murah ramah lingkungan alias LCGC. “Kami menyebutnya sebagai mobil yang sangat affordable,” ucap Hosea.

Potensi dan peluang pasar sangat besar adalah faktor pendorong Esemka menyodorkan mobil kategori LCGC itu. Fakta menunjukan, kini tren penjualan LCGC terus membubung. Maklum, dalam komposisi penduduk, Indonesia mengalami apa yang disebut ‘bonus demografi’  yakni dominannya kelompok masyarakat berusia muda yang produktif.

Jumlahnya, kata Hosea, saat ini mencapai 60 persen dari  total jumlah penduduk. Mereka adalah kelas menengah baru yang akan atau telah menjadi pasangan muda dan ingin berpindah kelas dari pengguna sepeda motor ke mobil.

“Sekarang ini, tercatat, jumlah sepeda motor aktif mencapai 80 juta unit. Jadi dari situ bisa dibayangkan betapa besarnya potensi pasar yang bisa digarap,” kata dia.

Hanya Hosea tak mengatakan basis mesin dari mobil itu. Kendati demikian dia memberi isyarat bahwa pihaknya saat ini telah melakukan penjajakan dengan pabrikan asal China, Geely.[Dp/Wa]