Pertamina

SolusiMobil.com – Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tengah menyiapkan peraturan baru tentang standar emisi gas buang kendaraan berstandar Euro 4 yang direncanakan berlaku mulai 2018. Pertamina, selaku penyedia Bahan Bakar Minyak (BBM) mengaku telah mempersiapkan diri menghadapi peraturan tersebut.

 

“Kami sudah mempunyai rencana upgrading empat kilang dalam refinery development plan. Dimana produksi bahan bakar minyak (BBM) akan mengarah pada (standar) Euro 4,” tutur Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Wianda Pusponegoro, dalam pesan singkatnya kepada dapurpacu, di Jakarta, yang dikutip dari Dapurpacu.

 

Memang, lanjut Wianda, proses peningkatan empat kilang untuk menghasilkan produk yang berstandar Euro 4 itu tak bisa dengan serta merta, namun secara bertahap. Dia menyebut setidaknya butuh waktu tiga hingga tiga setengah tahun, dan sekrang sudah berlangsung.

 

“Sekarang sedang proses. Bukan otomatis (langsung menghasilkan produk BBM standar Euro 4 saat ini juga),” kata dia.

 

Selama dalam proses saat ini peningkatan produksi BBM berstandar Euro4 untuk setiap kilangnya telah mencapai 100.000 barel per hari. Dengan peningkatan tersebut, pada 2025 mendatang diharapkan kapasitas produksi empat kilang ini telah mencapai 2,5 juta barel per hari.

 

“Produk (BBM) ini nelson complexity index-nya akan mencapai rata-rata 9 (standar Euro 4),” terang Wianda.

 

Mantan presenter sebuah stasiun televisi nasional itu menegaskan, dengan proses yang tengah berlangsung itu maka pihaknya siap memaparkan kesiapan untuk menyambut penerapan aturan baru tentang emisi gas buang berstandar Euro 4 itu. “Makanya, kami (siap kapan pun) open share rencana kepada KLHK,” imbuhnya.

 

Sebelumnya, dalam sebuah seminar yang digelar di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Direktur Pengelolaan Udara KLHK, Dasrul Chaniago mengatakan peraturan tentang standar Euro 4 siap ditandatangani tahun ini. Dia menyebut draft tersebut telah berada biro hukum.

 

Beleid itu rencananya diberlakukan pada tahun 2018 untuk kategori mobil baru dan 2020 untuk mobil yang menggunakan teknologi sekarang. Selain untuk menyokong pabrikan dalam menghasilkan produk yang diorientasikan untuk ekspor juga pemasaran di dalam negeri.

 

Oleh karena itu, lanjutnya, pemerintah juga menggandeng Pertamina selaku perusahaan penyedia BBM untuk memproduksi bahan bakar yang sesuai dengan standar ini.