Ilustrasi

SolusiMobil.com - Ketika banyak orang di beberapa waktu bersamaan menggunakan jalan raya untuk mudik, menjadi kewajaran apabila volume kendaraan di jalan raya menjadi meningkat jumlahnya. Akhirnya terjadi kemacetan dan membuat tekanan, sehingga emosi atau suasana hati menjadi tidak karuan bagi pengguna jalan raya.


“Perilaku di jalan saat mudik ini sangat perlu diperhatikan, Salah satunya membahas tentang kesabaran dalam wujud kemauan untuk mengantri dan tertib berlalu lintas,” jelas Soffy Anggrayani, Psikolog dari Universitas Airlangga Surabaya yang dilansir Dapurpacu.

Kesabaran dan tertib berlalu lintas nampaknya masih jauh dari harapan untuk terwujud apabila melihat perilaku berkendara pengemudi selama terjadi kemacetan di jalan raya.

“Hindari saling memotong jalur, terjadi perebutan jalur dan berpotensi besar untuk terjadinya gesekan atau tabrakan. Perebutan jalur membuat kecepatan meningkat dan membahayakan pengendara lain karena memungkinkan tabrakan beruntun,” paparnya.

Jangan melakukan tindakan ugal-ugalan dan melaju dengan kecepatan yang tidak menentu sehingga membahayakan pengendara lain. Bila ingin meminta berpindah jalur, pastikan menyalakan sein dengan jarak 50 meter sebelum beralih posisi atau manuver.

“Melakukan tindakan berbagi jalur dengan pengendara lainnya. Sebagai pengendara kita harus memberikan hak-hak pengendara lainnya, hindari sifat egoisme yang akan memperkeruh suasana, tentunya akan merugikan diri dan waktu,” tegas Soffy wanita asli Surabaya itu.

Meminimalisir terjadinya kelelahan yang berakibat menimbulkan emosi. Sebagai contoh di kabin Grand New Avanza Veloz, posisi duduk nyaman dan tidak menimbulkan kelelahan pengendara, sebab lingkar kemudi sudah tilt steering. Redaman akustik kabin yang baik juga berdampak pada perilaku pengendara.