Hyundai Logo

SolusiMobil.com - Hyundai Motor pada kuartal pertama mengalami penurunan sekitar 12% dibandingkan kuartal tahun lalu. Penurunan ini disebabkan karena permintaan pasar SUV di China sebagai pasar otomotif terbesar.

Seperti diberitakan Dapurpacu, mobil Korea membukukan laba bersih 1,69 triliun won ($ 1470.000.000) untuk kuartal pertama, laba operasional menurun 16 persen menjadi 1,34 triliun won sedangkan pendapatan naik 7 persen menjadi 2,23.5 triliun won.

Kekuatan Hyundai adalah di sedan kecil hemat bahan bakar yang sangat membantu selama krisis ekonomi global. Namun hal ini berubah semenjak permintaan konsumen akan  mobil SUV beberapa tahun ini.

Penjualan global menurun 6 persen menjadi 1,1 juta kendaraan pada kuartal pertama. Di Cina, kuartal pertama penjualan kendaraan Hyundai turun 10 persen meskipun pemotongan pajak negara atas pembelian mobil kecil, sebagai saingan lokal Cina seperti Great Wall Motor ditawarkan SUV lebih murah.

Bersama-sama dengan afiliasi Kia, Hyundai memiliki eksposur penjualan tertinggi di antara mobil besar untuk pasar negara berkembang, termasuk China, Rusia dan Brazil, sehingga membuat mereka rentan terhadap perlambatan di pasar tersebut, menurut Macquarie Securities.

Hyundai mengatakan dalam sebuah pernyataan muncul penurunan pasar sebagai akibat dari harga minyak yang rendah dan memiliki ekspor menurun dari pabrik-pabrik dalam negeri sedangkan nilai pasar seperti Rusia dan Brazil muncul menurun, mengimbangi dampak dari melemahnya won Korea Selatan.

Penurunan ini membuat Hyundai akan secara bertahap meningkatkan pendapatan dengan meluncurkan sedan Elantra dan meningkatkan pasokan SUV di pasar AS dan China.

“Hyundai perlu membangun pabrik keempat dan kelima di Cina karena pertumbuhan berkelanjutan,” terang Choi Byung-chul Hyundai Chief Financial Officer.

“Tantangan terbesar yang dihadapi Hyundai adalah mengamankan daya saing di Cina dan mempertahankan pangsa pasarnya di sana,” kata Kim Sung-soo, seorang fund manager di LS Asset Management.[Res/Wa]