Mudik Honda

SolusiMobil.com - Lebaran 1437 H masih dua bulan lagi. Namun, PT Astra Honda Motor (AHM) sudah mulai menyiapkan pendaftaran layanan Mudik dan Balik Bareng Honda (MBBH) 2016.


Layanan MBBH secara rutin digelar AHM selama 11 tahun, dengan rute Jakarta-Semarang dan Jakarta-Yogyakarta. Sementara itu, untuk kembali ke Ibukota, AHM pun membuka dua rute, yaitu Semarang-Jakarta dan Yogyakarta-Jakarta.

Dilansir VIVA, Rabu 11 Mei 2016, pendaftaran layanan MBBH akan dibuka mulai 27 Mei 2016 hanya cukup mendatangi diler Honda.

AHM menyediakan 54 bus, dengan harapan dapat mengantarkan lebih dari 2.000 pemudik menuju Semarang dan Yogyakarta. Mereka akan diberangkatkan pada 1 Juli 2016, yang berlokasi di PT Astra Honda Motor Plant 1 Sunter, Jakarta Utara.

Agar konsumen tetap dapat menggunakan sepeda motor kesayangan di kampung halaman, AHM menyediakan 20 truk ekspedisi untuk mengangkut motor sesuai kota tujuan.

Truk pengangkut motor ini akan diberangkatkan lebih awal, yaitu 30 Juni 2016, dengan lokasi pemberangkatan di pelataran Gedung 13-15, Gedung Bulog Sunter Barat, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Sementara itu, bagi pemudik yang ingin kembali ke Ibukota bersama-sama, AHM menfasilitasinya dengan Balik Bersama pada 11 Juli 2016, dari kota Semarang (diler Astra Motor Gajah Mada) dan Yogyakarta (Astra Motor Jombor).

General Manager Honda Customer Care Center (HC3) AHM Istiyani Susriyati mengungkapkan, upaya membuka pendaftaran MBBH jauh-jauh hari ini bertujuan untuk membantu calon pemudik menyusun perencanaan liburan lebih awal.

Untuk mengikuti program MBBH ini, calon pemudik cukup membayar Rp150 ribu. Pendaftaran dapat dilakukan di jaringan main dealer dan dealer Honda di wilayah Jakarta, Tangerang, dan Bekasi.

Persyaratan mengikuti MBBH antara lain wajib memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Indonesia, Surat Izin Mengemudi (SIM) C dan  Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) sepeda motor Honda.

Pemudik dan sepeda motor juga diharuskan dalam kondisi standar dan prima. Pemudik diharapkan dalam kondisi sehat, membawa perlengkapan keselamatan berkendara dan helm standar SNI, untuk digunakan di kampung halaman. Barang bawaan yang diperbolehkan maksimal lima kilogram.[Kw/Wa]