Rem depan Kawasaki Z1000

SolusiMobil.com - Angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia terbilang tinggi. Fakta yang disampaikan Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Gunadi Shindhuwinata, 70 orang lebih setiap harinya meninggal dunia akibat kecelakaan, paling besar disumbang sepeda motor.


Salah satu faktor pemicu kecelakaan, yakni kesadaran lalu lintas masyarakat di Tanah Air, yang masih kurang. Fakta yang disampaikan Gunadi lainnya, 40 persen pengendara yang alami kecelakaan tidak punya Surat Izin Mengemudi (SIM).

Lantas, apa yang digenjot AISI untuk menekan korban fatal akibat kecelakaan sepeda motor? "Di sebuah forum di Jerman yang juga saya sudah sampaikan ke Menteri Jonan, isu mengenai keselamatan lalu lintas saat ini tengah disorot banyak negara. Maka itu, dalam merancang peningkatan keselamatan di jalan raya, harus ada yang ditingkatkan. Seperti disc brake," kata Gunadi.

"Kami katakan, Anti-lock Braking System (ABS) bakal jadi tren ke depan. ABS sangat menolong. Pertimbangan remnya jadi lebih nyaman, kita coba untuk promosikan," kata dia lagi.

Lantaran ABS bakal dipopulerkan, apakah harga motor jadi ikut mahal? Kata Gunadi, tentunya harga motor akan menyesuaikan. "Tapi nanti akan kita akan cari formulasi dengan pabrikan," kata dia.

Meski ABS bakal digenjot, dia tetap menekankan agar para pengendara motor tetap berkendara secara aman dengan menggunakan berbagai perlengkapan, seperti helm, jaket, dan sepatu. Selain itu, para pengendara motor juga diminta wajib memerhatikan fungsi-fungsi fitur yang terjejal pada motor yang digunakan.

"Selain itu, pengendara juga harus tangkas, jangan sampai dia dikendalikan motor," katanya.

Cara kerja ABS

Banyak sepeda motor yang kini sudah disematkan fitur ABS. Namun, banyak orang yang belum mengetahui apa fungsi dari fitur pengereman ini.

Dilansir Astrawolrd, fitur yang kini populer di kendaraan ini berfungsi mencegah terjadinya penguncian roda-roda saat rem diinjak penuh. Penggunaan ABS memungkinkan rem memperlambat dan menghentikan roda secara bertahap dengan cara mengatur tekanan minyak rem secara bertahap ke masing-masing roda.

Pengaturan tekanan pada rem dilakukan oleh motor ABS yang dikontrol oleh komputer ABS. Jadi, hasil pengeremannya tidak sekaligus mengunci roda, tetapi dengan cara seperti menginjak-lepas (dikocok) pedal dengan cepat dan dalam waktu singkat. Sehingga saat kendaraan direm, arah kendaraan masih tetap bisa dikendalikan karena roda mobil masih sedikit berputar, sebelum kendaraan berhenti total.

Pada kendaraan tanpa ABS, saat dilakukan pengereman dengan menginjak penuh pedal rem, maka kedua roda saat itu akan mengunci dan berhenti total. Karena gaya dorong dari kecepatan dan beban motor maka kendaraan masih melaju dalam kondisi roda-roda terkunci. Akibatnya kendaraan akan sulit dikendalikan terutama saat kecepatan tinggi.

Selain itu, ban juga akan kehilangan traksi (daya gesek) yang menimbulkan bunyi berdecit saat mengerem mendadak karena terjadi gesekan antara permukaan ban dan jalan. Jadi, salah satu keuntungan penggunaan ABS antara lain, Anda tinggal berkonsentrasi penuh untuk pengendalian setir untuk mengarahkan kendaraan menghindari objek.[Rs/Wa]