Menteri Perindustrian Saleh Husin

SolusiMobil.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin terus mendesak para perusahan otomotif menambah investasi dan membangun pabrik mesin serta komponen. Hal ini bertujuan agar Indonesia tidak hanya menjadi tempat pemasaran, tapi dapat menjadi basis ekspor.


“Kadang saya sindir, goda, dan tawarkan dengan fasilitas fiskal dan non fiskal. Bahkan saat ke pabrik beberapa merek di Jepang, kita terus terang bilang ‘jangan tanggung-tanggung berbisnis otomotif di Indonesia,” kata Saleh ketika berkunjung ke IIMS 2016.

Pasalnya, lanjut Saleh, pemerintah sudah serius menjadikan industri otomotif sebagai penggerak ekonomi. Jangan sampai momentum baik ini dilewatkan, karena pada dasarnya merugikan kedua belah pihak, yang kemudian keuntungan tersebut diambil kompetitor.

“Toyota sudah membangun pabrik mesin, Isuzu dan Mitsubishi juga terus menyuntikan modal untuk keperluan produksi. Juga pemain besar asal China, seperti Wuling yang juga ingin bangun pabrik di Karawang. Artinya masih ada yang hanya jualan tanpa orientasinya ingin bangun pabrik,” imbuhnya.

Saleh juga berharap pelaku usaha otomotif di Indonesia lebih akurat melakukan identifikasi lapangan terhadap selera pasar di tingkat domestik maupun global. Sebab masyarakat semakin kritis, terutama pada aspek kualitas, harga dan pelayanan purna jual.

Saat ini, kata Saleh, pemerintah sudah melakukan upaya strategis untuk menarik investasi baru dan mendorong peningkatan kapasitas produksi. Antara lain peningkatan infrastruktur teknologi, kemempuan SDM, manajemen industri, dan R&D industri otomotif.

Motor Gede

Sama seperti mobil, Saleh juga kembali menegaskan harapan agar produsen otomotif yang berbisnis di Indonesia dapat memproduksi motor gede (moge). Terutama model-model yang sudah eksis di Tanah Air.

Hal tersebut diamini oleh Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang menemani Menperin saat berkunjung ke berbagai Booth peserta pameran di IIMS 2016.

Meski kapasitasnya kecil untuk menanggapi pergerakan di industri motor -para produsen roda dua tergabung dalam wadah AISI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia)- Nangoi bicara gamblang soal pendirian pabrik.

“Ngegas-nya di jalanan kita, ya idealnya pabriknya juga disini. Bisa komponennya dulu, mesin atau industri keseluruhannya sekaligus,” timpal Nangoi.[Dp/Wa]