Saleh Husien di IIMS 2016

SolusiMobil.com - Menteri Perindustrian Saleh Husein menegaskan pemerintah telah membuat kebijakan yang mengizinkan impor truk bekas dengan syarat-syarat yang ketat. Bahkan meski  kebijakan itu sudah berlaku sejak Januari lalu, namun belum ada perusahaan yang mengimpornya.


“Ketentuannya ketat. Sehingga, sepanjang (pengimpor dan truk yang diimpor) memenuhi persyaratan bisa saja (dilakukan).  Tujuannya kan memang agar itu (truk) bisa menjadi modal bagi industri dalam negeri untuk menghasilkan sesuatu,” paparnya saat berkunjung ke arena Indonesia International Motor Show 2016, di JiExpo, Kemayoran, Jakarta.

Saleh telah menerbitkan beleid anyar yakni Peraturan Menteri  Nomor 14 tahun 2016 tentang Kriteria Teknis Impor Barang Modal dalam Keadaan Tidak baru. Peraturan yang mulai berlaku 25 Februari lalu itu melengkapi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 127 Tahun 2015 tentang Ketentuan Impor Barang Modal dalam Keadaan Tidak Baru yang diterbitkan Menteri Perdagangan Thomas Lembong.

“Di situ ketentuannya juga ketat. Jadi tidak sembarangan,” ucapnya.

Dia menegaskan, truk bekas yang boleh diimpor itu harus bisa menghasilkan suatu nilai tambah, masih layak dipakai. Selain itu truk tersebut bisa untuk direkondisi, remanufaktur, difungsikan, serta bukan untuk skrap.

“Pengimpornya juga harus perusahaan pemakai langsung, perusahaan rekondisi, dan perusahaan manufakaturing. Sampai saat ini setahu saya belum ada yang mengajukan,” kata dia.

Sementara di tempat yang sama, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Johanes Nangoi mengatakan, anggota organisasi itu menolak keras kebijakan impor truk bekas. Alasannya, kebijakan itu bersifat kontra produktif dengan tujuan untuk meningkatkan industri dalam negeri serta tujuan menggenjot ekspor sektor otomotif.

“Sebab, dengan datangnya truk bekas (impor), lambat laun akan mematikan industri dalam negeri. Industri akan enggan untuk berinvestasi untuk berproduksi, sehingga tujuan untuk menggenjot ekspor juga tidak akan terjadi,” paparnya. [Dp/Wa]