Jl. MH Thamrin

SolusiMobil.com - Polda Metro Jaya dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan memberlakukan sistem lalu lintas ganjil genap di beberapa ruas jalan. Sistem ini sebagai pengganti sistem 3 in 1 yang dinilai kurang efektif mengurai kemacetan Ibu Kota.

 
Uji coba sistem ganjil-genap dimulai 27 Juli – 26 Agustus 2016, dan efektif berlaku pada 30 Agustus 2016. Praktik ini hanya menyasar mobil, adapun sepeda motor nantinya dilarang melintas di ruas jalan bekas sistem 3 in 1.
 
Masih bingung penerapan waktu, area dan sistem ganjil-genap? Berikut uraiannya seperti dilansir Dapurpacu.
 
1. Pembatasan LL Ganjil Genap (GaGe) merupakan kebijakan transisi menjelang penerapan sistem ERP
 
2. Rencana Pelaksanaan
a. Sosialisasi : 28 Juni s.d 26 Juli 2016
b. Ujicoba : 27 Juli s.d 26 Agustus 2016
c. Pemberlakuan (Gakum) : Mulai 30 Agustus 2016
 
3. Waktu pemberlakuan
a. Senin sampai Jumat, tidak berlaku pada hari Sabtu-Minggu dan hari Libur Nasional
b. Jam Pemberlakuan
Pkl. 07.00 – 10.00 WIB dan Pkl. 16.00 – 20.00 WIB
c. Kendaraan dengan nomor plat ganjil beroperasi pada tanggal ganjil, sementara kendaraan dengan nomor plat genap beroperasi pada tanggal genap. Adapun Penentuan ganjil genap adalah pada angka terakhir nomor polisi kendaraan dan angka nol (0) dianggap genap. Bukan berarti kendaraan dengan plat ganjil tidak boleh beroperasi pada tanggal genap atau sebaliknya. Kendaraan tetap dapat beroperasi tetapi di luar kawasan ganjil genap dan di luar jam pemberlakuan di kawasan ganjil genap.
 
4. Kebijakan ini tidak berlaku bagi :
– Presiden RI
– Wakil Presiden RI
– Pejabat Lembaga Tinggi Negara (plat RI beserta pengawal)
– Kend Dinas (plat Dinas)
– Pemadam Kebakaran
– Mobil Ambulance
– Mobil Angkutan Umum (plat kuning)
– Angkutan Barang (dengan dispensasi). Pergub 5148/1999 ttg Penetapan waktu larangan bagi mobil barang
– Sepeda Motor kecuali pd kawasan yg telah diberlakukan larangan (Jl. Merdeka Barat sd Jl.Thamrin)
 
5. Ruas jalan yang akan digunakan untuk pembatasan ganjil genap adalah ruas jalan ex 3 in 1 yaitu Jl. Merdeka Barat – Jl. Thamrin – Jl. Sudirman – Jl. Sisingamangaraja dan sebagian Jl. Gatot Subroto (simpang Kuningan s.d Gerbang pemuda)
 
6. Metode Pengawasan dilakukan secara random pada 9 (sembilan) persimpangan berlampu lalu lintas (traffic light), yaitu :
a. Bundaran Patung Kuda Arjuna Wiwaha
b. Simpang Bank Indonesia
c. Simpang Sarinah
d. Bundaran HI
e. Simpang Imam Bonjol
f. Bundaran Senayan
g. Simpang CSW
h. Simpang Kuningan (sisi timur dan selatan)