Modifikasi Daihatsu Ayla

SolusiMobil.com - Pasar otomotif Indonesia diperkirakan sedikit menguat pada semester kedua tahun ini. Kenaikan didorong oleh pesatnya penjualan mobil murah ramah lingkungan (LCGC).


“Seperti prediksi kami di Nissan, pasar tahun ini akan menguat tipis. Kenaikan itu ditopang oleh tumbuhnya permintaan di segmen LCGC, “ tutur General Manager Marketing Strategy & Product Planning PT Nissan Motor Indonesia, Budi Nur Mukmin, saat ditemui di arena Indonesia International Motor Show (IIMS) 2016, JiExpo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (7/4).

Menurutnya, jika pada tahun lalu kontribusi segmen LCGC terhadap total penjualan mencapai 18–20 %, tahun ini bisa mencapai  25%. “Demand di segmen ini akan naik, karena ketika daya beli menurun, kelompok kelas menengah yang jumlahnya banyak di Indonesia akan melakukan switching. Kalau sebelumnya, kelompok ini banyak memilih low MPV, kini ke LCGC,” paparnya.

Masih lemahnya daya beli masyarakat, menurut Budi, karena masih dibayangi potensi fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dollar. Sementara, pasar komoditas masih lesu, padahal komoditas selama ini masih menjadi andalan ekspor Indonesia.

“Meski begitu, kabar baiknya adalah tingkat BI Rate (suku bunga acuan Bank Indonesia) sudah diturunkan menjadi 6,75%. Sehingga memberi ruang bagi bank dan leasing untuk menurunkan bunga kredit. Nah ini bisa menjadi stimulan jika bank dan leasing juga menurunkan bunganya,” tutur Budi.

Ihwal kemungkinan moncernya LCGC itu diamini, Direktur Jenderal  Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika, I Gusti Putu Suryawirawan. “LCGC potensi tumbuhnya besar di tahun ini. Dan semester dua, pasar diperkirakan membaik,” ucapnya di tempat yang sama.

Pernyataan serupa diungkapkan Marketing & Customer Relation Division Head PT Astra International – Daihatsu Sales Operation, Hendrayadi Lastiyoso. “Kami kira di semester kedua, pasar membaik. Karena paket kebijakan stimulan ekonomi pemerintah yang baru sudah bergulir. Belanja pemerintah dan swasta juga sudah terjadi,” paparnya.

Selain faktor makro ekonomi, kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan di semester kedua juga dipicu oleh momen lebaran. Sebab, fakta membuktikan, menjelang lebaran orang banyak berburu mobil baru.[Dp/Wa]