All New Pajero Sport 2016

SolusiMobil.com - Terkuaknya kecurangan data konsumsi bahan bakar yang dilakukan Mitsubishi Motor Corporationn (MMC) di Jepang atas sejumlah produknya, ditanggapi oleh PT Krama Yudha Tiga Berlian (KTB) dengan memperjelas komitmen Mitsubishi Indonesia untuk selalu terbuka kepada konsumen.

“Kami tidak dalam kapasitas menjawab di luar hal yang sudah diketahui (skandal kecurangan), namun ini menegaskan bahwa tidak ada yang kami tutupi. KTB sebagai distributor Mitsubishi di Indonesia tidak ingin membela apa yang terjadi di MMC,” kata Hisashi Ishimaki, Presiden Direktur PT KTB, yang dikutip dari Dapurpacu.

Orang nomor satu di Mitsubishi Indonesia ini mengatakan, meski skandal tersebut terjadi di Jepang, namun KTB tetap ingin memberikan informasi seluas-luasnya kepada para konsumen di Indonesia. Hal ini merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan agar konsumen tidak tersesat dalam pemberitaan.

“MMC telah memberikan rilis resmi mengenai kejadian di Jepang yang sangat disayangkan. Namun saya pribadi tidak bisa bicara dalam sisi teknis karena saya bukan teknisi. Saat ini kami masih ingin menunggu hasil dari MMC,” imbuh Ishimaki ketika ditanya ihwal proses manipulasi data konsumsi bahan bakar.

Sebelumnya, berita kecurangan Mitsubishi di Jepang terkuak setelah Nissan Motors Corporation (NMC) menemukan kejanggalan dalam beberapa produk Mitsubishi Motor Corporation (MMC). Di mana hasil tes konsumsi bahan bakar berbeda seperti klaim perusahaan.

Metode pengujian yang dilakukan Mitsubishi ternyata tidak sesuai dengan standar peraturan yang diberlakukan di Jepang. Mobil yang terkena imbas ialah model minicar (kei car) eK Wagon dan eK Space. NMC meradang sebab dua model tersebut juga dijual dengan brand Nissan yaitu Dayz dan Dayz Roox.

Terlebih Nissan telah menyuplai Dayz dan Dayz Roox sejak Juni 2013 dengan total sebesar 468.000 unit. Sedangkan sampai akhir Maret 2016, Mitsubishi berhasil menjual 157.000 unit eK Wagon dan eK Space. Keempat model tersebut hanya dijual khusus untuk pasar dalam negeri Jepang (JDM).

Setelah skandal terbongkar, Mitsubishi bereaksi tanggap dengan menghentikan penjualan model tersebut. Para petinggi MMC juga meminta maaf kepada publik secara terbuka yang dianggap sebagai aib terburuk perusahaan. Berita terkini, pemerintah Jepang bersiap memberikan sanksi kepada MMC karena merugikan konsumen.

Kini Mitsubishi tengah menyiapkan pemberian kompensasi kepada konsumen yang sudah membeli mobil. Selain itu, perusahaan juga bersiap mengganti rugi pembayaran kembali pajak kepada pemerintah. Sebab di Jepang, mobil dengan tingkat konsumsi BBM irit akan mendapatkan insentif pajak dari pemerintah.[Gls/Wa]