Honda CB 150r Special Edition

SolusiMobil.com - Angka penjualan sepeda motor sejak Januari hingga Maret lalu terus mengalami kenaikan. Merek Honda masih menempati urutan teratas dengan pangsa pasar mencapai 72,49%.

 
“Tren penjualan di kuartal pertama tahun ini mengalami kenaikan. Meskipun,  jika dibandingkan dengan waktu yang sama (kuartal pertama) tahun lalu (2015), masih lebih rendah sekitar 6,2%,” papar Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Sigit Kumala kepada media.
 
Data AISI menunjukan, sepanjang Januari hingga Maret lalu jumlah motor yang terlego di Indonesia sebanyak 1.504.468 unit. Sementara di kurun waktu yang sama tahun 2015,  motor yang terjual sebanyak 1.605.043 unit.
 
“Namun, kabar baiknya adalah, tren penjualan bulanan sepanjang kuartal pertama tahun ini naik. Ini dipicu membaiknya daya beli,” kata Sigit.
 
Dia pun menyodorkan data yang dihimpun organisasi yang dipimpinnya. Selama bulan Januari, penjualan tercatat sebanyak 416.263 unit, bulan berikutnya 524.864 unit, dan sepanjang Maret 563.341 unit.
 
“Kalau kita lihat angka-angka tersebut trennya kan naik. Ekspektasi masyarakat terhadap kelangsungan pendapatannya mendapat kepastia, setelah isu bakal terjadi pemutusan hubungan kerja terbukti tak terjadi. Beberapa sektor riil sudah mulai bergerak, sehingga daya beli sedikit membaik,” papar Sigit.
 
Melihat tren yang ada, Sigit mengaku optimistis target penjualan tahun ini yang sebanyak 6,5 juta unit bisa tercapai atau bahkan terlampui. Namun itu dengan catatan jika tidak ada sentimen negatif berupa kebijakan yang kontra produktif dengan pasar.
 
“Misalnya kenaikan besaran down payment (DP) dan tarif perpajakan. Karena kita masih punya momen untuk menggenjot penjualan yakni lebaran,” ucapnya.
 
Sementara, sumber Dapurpacu di salah satu lembaga pembiayaan besar di Indonesia mengatakan, saat ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menggodok aturan anyar yang salah satu isinya menetapkan besaran marketing cost lebih besar. “Dengan adanya kenaikan marketing cost yang lebih tinggi, maka uang muka (DP) juga akan terkerek mau enggak mau. Ini jadi persoalan baru lagi bagi leasing maupun diler,” ujarnya.
 
Maklum, 70% lebih pembelian sepeda motor dilakukan secara kredit. Walhasil, besaran uang muka dan besaran angsuran sangat sensitif bagi calon pembeli. “Uang muka naik sedikit saja, orang akan berpikir ulang membeli. Apalagi di saat ekonomi yang masih dibayangi kelesuan. Orang akan sangat hati-hati dan lebih sensitif melakukan pembelian,” ucapnya.
 
Adapun penjualan sepanjang Maret lalu, merek Honda masih menempati urutan teratas :
 
Penjualan sepeda motor selama Maret :
 
1. Honda 440.171 unit
2. Yamaha 108.416 unit
3. Kawasaki 9.482 unit
4. Suzuki 5.085 unit
5. TVS 187 unit
 
Total : 563.341 unit.
 
Penjualan motor kumulatif Januari-Maret 2016:
 
1. Honda 1.090.615 unit (72,49%)
2. Yamaha 359.775 unit (23.91%)
3. Kawasaki 31.244 unit (2.08%)
4. Suzuki 22.393 unit (1.49%)
5. TVS 441 unit (0.03%)
 
Total : 1.504.468 unit.
 
Sumber :AISI 2016. [Car/Wa]