Volkswagen Golf TSI

SolusiMobil.com - Melemahnya nilai tukar rupiah tentunya sangat berdampak terhadap harga barang impor, termasuk kendaraan jadi lebih mahal.


Tidak hanya kendaraan jenis completely built up (CBU) yang terkena dampaknya, namun juga kendaraan yang dirakit di dalam negeri (completely knock down atau CKD).

Dilansir VIVA, hal ini terjadi pada satu tipe mobil buatan Volkswagen (VW) Indonesia. Menurut PT Garuda Mataram Motor (GMM), agen pemegang merek VW di Indonesia, pihaknya harus menghentikan produksi Golf TSI yang dirakit secara CKD.

"Iya sekarang unit (Golf) lokal sudah tidak tersedia. Jadi kita fokus untuk CBU saja saat ini," ujar National Sales Manager GMM, Jonas Chendana, Senin 20 Juni 2016.

Menurutnya, kalau dibilang ada perubahan harga, pasti ada. “Jelas lebih tinggi, dengan selisih 15-20 persen. Masalah utamanya, mata uang Euro setahun lalu naik tinggi banget. Jadi, meski produksi sendiri, kita pusing," ungkapnya.

Jonas mengatakan, tingkat kandungan lokal Golf yang tidak banyak membuat pihaknya harus mengambil keputusan tersebut.

"Meski CKD, unsur lokalnya kan nyaris tipis. Jadi, lebih baik kita masukan CBU saja. Kecuali pasarnya tinggi, kita fight. Jadi, saat ini industri otomotif kita lihat dulu saja, karena keadaan ekonomi yang masih kurang stabil," jelasnya.