Mercedes-Benz C-Class 2015

SolusiMobil.com – Hingga saat ini Indonesia masih menjadi basis produksi berbagai mobil keluarga seperti model Low MPV (Multi Purpose Vehicle). Padahal untuk pasar global, mobil dengan model sedan masih menjadi favorit.

 

Hal itu diungkapkan Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie D Sugiarto. Sayangnya, meski sedan banyak diminati, kondisi berbeda justru terjadi di Indonesia. Sedan dianggap tak terlalu populer.

 

Menurut Jongkie, PPnBM sedan di Indonesia terbilang tinggi, yakni mencapai 30 persen. Hal tersebut sangat berbeda bila dibandingkan dengan PPnBM hatchback yang hanya mencapai 10 persen.

 

"Kita lihat bedanya. Sedan cuma ada di bagian bagasi saja, sama hatchback. Kan aneh. Yang ada buntutnya 30 persen, yang begitu hanya 10 persen," ungkap Jongkie.

 

Jongkie menuding karena PPnBM harga sedan di Indonesia dikatakan lebih mahal sehingga pabrikan otomotif saat ini masih enggan memproduksi sedan di Indonesia.

 

Gaikindo menilai bila PPnBM sedan perlu diturunkan sehingga pasar mobil di segmen tersebut akan lebih besar. Dan ujungnya akan banyak produsen mobil yang akan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi sedan.

 

"Sejak beberapa tahun terakhir kita mengusulkan pemerintah agar dapat menurunkan PPnBM sedan kecil dan SUV kecil dari 30 menjadi 10 persen. Jadi orang bisa beli. Itu juga bisa membuat pasarnya berkembang. Kalau volume naik, prinsipal mungkin akan mikir untuk melakukan produksi di dalam negeri," tambah Jongkie.

 

Jongkie menambahkan, saat ini perusahaan otomotif masih sangat jarang memproduksi sedan di Indonesia.

 

"Hanya ada satu sedan kecil yang dibuat di Indonesia. Sebut saja Toyota Vios. Yang saya tahu, Toyota Vios itu kebanyakan keluarnya Limo buat armada taksi. Itu sebabnya bebas PPnBM," katanya. (Vv/Wa)