BMW Seri7

SolusiMobil.com - Mobil varian termewah dari sebuah merek mobil bukan berarti bebas dari masalah. Hal ini berlaku pada semua pabrikan mobil, termasuk BMW. Salah satu sedan mewah besutan BMW, yakni 7 Series, mengalami masalah pada bagian kantung udara.


Seperti diberitakan VIVA, tidak seperti mobil-mobil lainnya yang mengalami masalah pada kantung udara, pembuat perangkat pencegah luka akibat tabrakan yang dipasang pada BMW bukan Takata, melainkan Continental.

Disebutkan, kabel yang digunakan pada perangkat tersebut rentan terjadi hubungan pendek, sehingga menyebabkan kantung udara tidak berfungsi saat terjadi kecelakaan.

Oleh sebab itu, pabrikan mobil mewah asal Jerman itu memutuskan untuk melakukan penarikan besar-besaran (recall).

Diketahui, recall terjadi pertama kali di Amerika Serikat. Masalah ini membuat 6.110 unit BMW 7 Series dari berbagai tipe, seperti 740Li, 750Li dan 750Lxi yang produksi dari 1 Juli 2015 hingga 11 Desember 2015, harus dibawa ke bengkel.

Sedangkan secara global, BMW 7 Series yang telah diproduksi mencapai 47 ribu unit, dan 26 ribu unit di antaranya terpaksa harus ditarik ulang.

Lantas, bagaimana dengan unit yang ada di Indonesia?

“Itu (pemilik BMW seri 7) akan langsung dihubungi oleh diler. Jadi, diler akan menghubungi secara langsung ke konsumen. Dan untuk perbaikan, bisa dilakukan secara cepat dan tidak ada biaya sama sekali,” ujar Head of Corporate Communication BMW Group Indonesia, Jodie O’Tania..

Ia juga menyatakan, jumlah 7 Series yang berada di tangan konsumen Indonesia tidak banyak. Sementara, unit yang belum terjual akan langsung dilakukan perbaikan.

“Kami ingin memastikan, bahwa memang kendaraan yang digunakan oleh konsumen, terutama BMW 7 Series, sesuai dengan ekspetasi konsumen,” katanya.[Hm/Wa]