Alfa Romeo Giulia

SolusiMobil.com – Pabrikan kelas premium, biasanya memperkenalkan produknya dengan model basic terlebih dahulu, baru kemudian versi hardcore. Namun Alfa Romeo mengambil jalan lain, pada saat mereka memperkenalkan Giulia sebagai model sedan dengan kompetitor Mercedes C-Class dan BMW Seri 3, mereka malah menampilkan versi hardcorenya.

 

Memang terserah saja sih strateginya bagaimana karena toh tidak diatur di undang undang juga, namun mungkin ini sebagai strategi mengingat pendahulunya Giulia, 156, mempunyai posisi yang cukup lemah dibanding lainnya. Sehingga untuk mensukseskan Giulia agar tidak menjadi loser seperti 156 maka perombakannya haruslah total. Oleh karena itu Giulia QV dengan citra balap Alfa Romeo yang kental dan mesin V8 ferrari lebih dulu dipamerkan agar mendapat animo dari konsumen.

 

Alfa-Romeo-Giulia-2

 

Meski sudah melihat versi QV namun tetap penasaran bagaimana dengan Giulia dengan spek standar? Kini model itu telah hadir ke Geneva Motor Show 2016 dan sudah bersiap tuk dijual. Alfa sudah membuka buku inden untuk Giulia pada 15 April di dealer Eropa, Timur Tengah dan Africa. Secara penampilan kami cukup kaget karena rupanya tidak terlalu signifikan dengan versi QV hanya saja tidak ada lubang penghawaan pada kap mesin, airscoop pada grille pun tidak begitu besar seperti QV, alloy wheel pun menggunakan model yang desainnya lebih elegan. Saat melihat bagian belakang juga kita dapat menemukan perbedaan di moncong knalpot, spoiler dan fender yang tidak membengkak.

 

Melihat interior, mungkin desainnya tidak terlalu bagaimana banget ya, namun bolehlah kita melihat dari segi fitur dahulu. Untuk center cluster ada 8.8-inch Connect Nav 3D system yang dikontrol oleh kenop pad, ada fungsi pendeteksi suara dan dapat terkoneksi dengan berbagai smartphone. Instrument clusternya disajikan dengan digital 7 inchi meski begitu ada versi analog dengan MID 3 inchi saja. Ada pula opsi luxury dengan interior kulit dan sentuhan panel kayu dan chrome. Untuk opsi sport maka akan dilengkapi grip, unsur alumunium pada dashboard, center console dan panel pintu. Kedua opsi ini sudah dilengkapi dengan penggunaan headlight Xenon 35W dengan AFS (Adaptive Frontlight System).

 

Dikutip dari Autonetmagz, untuk mesin mereka menyediakan 3 tipe mesin saja seperti mesin bensin 2.0-liter turbocharger dengan tenaga 200 hp @ 5000 RPM dan torsi 330 Nm @ 1750 RPM ditemani transmisi automatic 8-speed. Selain itu versi dieselnya dilengkapi dengan 2.2-liter Multijet II injection berbahan alumunium dengan 2 versi 150 hp dan 180 hp dikawinkan oleh transmisi manual 6-speed dan automatic 8-speed. Uniknya demi menjaga bobot seimbang dan weight distribution yang stabil maka beberapa komponen menggunakan carbon fibre seperti drive shaft dan alumunium seperti subframe depan dan belakang.

 

Alfa-Romeo-Giulia-3

 

Hal ini mengakibatkan berat badan Giulia spek standariyah ini cukup 1.374 kg saja, mendekati bobot Honda Freed, cukup hebat untuk mobil premium yang angkanya bisa 1.5 ton lebih. Sedangkan versi QV agak sedikit berbeda, bobotnya bisa dipertahankan 1.524 kg karena semua bodinya nyaris menggunakan carbon fibre dan sebagian menggunakan alumunium. Selain itu Giulia dibekali Integrated Brake System (IBS) untuk menghasilkan performa pengereman yang impresif, ada pula Forward Collision Warning system dengan Autonomous Emergency Brake dan pedestrian detection.

 

Untuk sektor keamanan juga tidak ketinggalan dengan Forward Collision Warning (FCW) dengan Autonomous Emergency Brake (AEB) dan pedestrian detection, IBS (Integrated Brake System), Lane Departure Warning (LDW) dan cruise control dengan speed limiter. Sayangnya belum ada banderol yang diungkap oleh Alfa Romeo, namun dengan bentuk yang cantik seperti ini pastinya Garansindo sebagai ATPM Alfa Romeo Indonesia juga mempertimbangkan model ini untuk Indonesia.