Volkswagen e-Golf 2015

SolusiMobil.com - Volkswagen (VW) AG, Senin (28/3) kemarin, telah memberikan pernyataan mengenai penarikan 5.600 unit mobil listrik VW e-Golf. Mobil bersumber tenaga listrik tersebut diperkirakan mengalami masalah di baterainya sehingga sering mogok.

 

Laporan VW kepada Lembaga Keselamatan Jalan Raya Nasional (NHTSA) Amerika Serikat, Selasa (29/3) menyebut, perangkat lunak di baterai mobil itu tak mampu menampung pasokan arus listrik ketika diisi. Walhasil, isi cepat tiris dan menyebabkan mobil kehabisan sumber tenaga alias mogok.

 

Pabrikan asal Wolfsburg, Jerman, itu mengaku mendapatkan informasi soal ketidakberesan di baterai mobil listriknya di Amerika Serikat pertama kali pada awal 2015. Memang, saat itu baru satu mobil dilaporkan mogok karena baterai yang ngadat.

 

Namun, tak lama berselang, yakni pada Juni tahun itu, kejadian serupa terjadi. Mobil listrik e-Golf yang tengah dites juga mogok.

 

Bahkan dalam beberapa bulan terakhir, VW telah menerima sejumlah keluhan dari pengguna mobil listriknya di negeri Paman Sam. Masalah yang dikeluhkan juga sama yakni mobil tiba-tiba mogok meski baterainya baru saja diisi.

 

Berbagai keluhan itulah yang akhirnya mengharuskan VW menarik mobil listrik tersebut. Padahal, bulan lalu surat kabar Jerman, Welt am Sonntag, menurunkan laporan yang menyebut VW di Amerika bakal memproduksi mobil listrik.

 

Langkah itu dilakukan untuk mengembalikan citra setelah pabrikan itu kedapatan melakukan kecurangan dengan mengakali hasil uji emisi mesin diesel mobil buatannya. Bahkan disebutkan, Lembaga Perlindungan Lingkungan (EPA) telah mendukung rencana VW untuk memproduksi mobil listrik di pabrik Chattanooga, Tennessee.

 

Tak cuma itu. EPA disebut-sebut membantu pabrikan itu untuk membangun jaringan stasiun pengisian baterai mobil di beberapa wilayah di negeri adidaya tersebut. Hanya, EPA hingga kini tak bersedia menanggapi informasi itu. Sementara, mobil yang ditarik adalah VW e-Golf model 2015 dan 2016.[Dp/Wa]