Osamu Suzuki

SolusiMobil.com – Beberapa waktu yang lalu Suzuki diduga telah melakukan kesalahan metode dalam mengukur efisiensi BBM mereka. Metode pengujian yang mereka lakukan tidak sesuai dengan standar pengujian di Jepang, di mana harusnya mobil dites di jalanan publik, namun Suzuki malah menguji efisiensi mobilnya di terowongan angin. Menurut Suzuki, kasus ini hanya menimpa mobil-mobil yang dijual di pasar domestik Jepang saja.

 
Buntut dari kasus ini lumayan terasa di tubuh Suzuki. Dikutip dari Autonetmagz, CEO Suzuki, Osamu Suzuki yang berusia 84 tahun mundur dari jabatannya setelah menyampaikan permintaan maaf kepada publik via sebuah konferensi pers. Tidak hanya beliau, wakil presiden eksekutif Osamu Honda juga ikut mengundurkan diri karena merasa bertanggung jawab atas kecerobohan dalam kasus efisiensi ini. Yap, Suzuki menilai mereka hanya ceroboh, namun tidak berniat curang.
 
Pemerintah Jepang sudah memeriksa Suzuki untuk mencari tahu seberapa besar penyimpangan efisiensi BBM dan juga emisi dari Suzuki, namun angka-angkanya belum dirilis. Selain mundurnya CEO Suzuki dan wakil presiden eksekutifnya, jajaran pimpinan lain turut kena imbas buruknya. Bonus untuk para direktur ditiadakan, dan untuk senior managing offier, bonusnya dipotong setengah. Kompensasi bulanan mereka juga akan dipotong hingga 40 persen.
 
“Perubahan Direksi Representatif dan pemotongan kompensasi untuk manajemen adalah untuk memperjelas tanggung jawab manajemen terhadap perilaku yang tidak tepat dalam penerapan uji efisiensi yang berbeda dari standar yang diatur oleh Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata,” kata Suzuki dalam sebuah pernyataan resmi, bersamaan dengan permintaan maafnya kepada publik. Tindak lanjut setelah CEO Suzuki mundur, pastinya meyakinkan kembali publik jika Suzuki masih layak untuk dipertimbangkan.