Mitsubishi

SolusiMobil.com - Badan lingkugan hidup (EPA) meminta Mitsubishi Motors Corporation (MMC) menyediakan informasi tambahan semua mobil yang dijual di AS. Hal ini menyusul pengakuan MMC menggunakan metode pengujian BBM yang salah sejak 25 tahun lalu.

 

Dilansir Dapurpacu, (27/4), juru bicara EPA mengatakan sudah berkoordinasi dengan California Air Resources Board, yang tidak hanya meminta informasi tingkat emisi kendaraan dijual, namun juga melakukan tes tambahan di negara bagian tersebut.

Tes yang dimaksud mengharuskan mobil berjalan dalam kecepatan 80 mph (128 kph) kemudian berhenti. Ujian ini akan menghasilkan data pada aerodynamic drag dan gesekan di drivetrain. Tujuannya untuk mensimulasikan dynamotester saat tes di laboratorium tertutup.

Cara ini dianggap efektif selain tes tertutup, karena simulasi langsung dilakukan saat mobil bergerak. Tes ini jugalah yang menyebabkan Hyundai, Kia, Ford dan Mercedes-Benz meninjau ulang tingkat ekonomi bahan bakar di beberapa model mereka sejak 2012.

Sebelumnya, Selasa (26/4), MMC mengakui menggunakan metode pengujian bahan bakar yang tidak sesuai dengan peraturan pemerintah Jepang selama 25 tahun. Hal ini terjadi lantaran peraturan uji konsumsi bahan bakar di Jepang berubah sejak 1991.

Produsen otomotif dituntut lebih menggunakan metode stop-and-go yang sesuai gaya mengemudi perkotaan, tapi nyatanya Mitsubishi tidak mengikuti perubahan aturan. Sedangkan karyawan tertekan oleh target internal yang diberikan perusahaan.

Pernyataan MMC menimbulkan polemik terkait spekulasi masih ada model lain yang tidak mengikuti standar konsumsi BBM di Jepang. Selain 4 mobil yang telah diakui Mitsubishi, yaitu eK wagon dan eK Space, serta Dayz dan Dayz Roox yang memakai logo Nissan.[Gls/Wa]