Skandal BBM Mitsubishi Jepang

SolusiMobil.com - Mitsubishi Motors Corporation (MMC) mengaku telah menggunakan metode pengujian bahan bakar yang tidak sesuai dengan peraturan pemerintah Jepang selama 25 tahun. Hal ini terjadi karena karyawan tertekan oleh target internal yang diberikan perusahaan.

Dikutip dari Dapurpacu, Ryugo Nakao, Executive Vice President MMC mengatakan, peraturan uji konsumsi bahan bakar di Jepang berubah sejak 1991. Pabrikan dituntut lebih menggunakan metode stop-and-go yang sesuai gaya mengemudi perkotaan, tapi nyatanya Mitsubishi tidak mengikuti perubahan aturan.

“Kita harus beralih, tapi ternyata kami tidak,” kata Ryugo mengutip Reuters, Rabu (27/4).

Pernyataan Ryugo menimbulkan polemik terkait spekulasi masih ada model lain yang tidak mengikuti standar konsumsi BBM di Jepang. Selain 4 mobil yang telah diakui Mitsubishi, yaitu eK wagon dan eK Space, serta Dayz dan Dayz Roox yang memakai logo Nissan.

Eksekutif Mitsubishi yang lain, Koji Yokomaku menambahkan, Mitsubishi sudah meningkatkan target konsumsi BBM sebanyak 5 kali dalam 2 tahun selama mengembangkan mobil mini. Hasilnya mereka mendapatkan angka 29,2 km/liter, padahal seharusnya hanya 26,4 km/liter.

Hasil pengujian yang salah melibatkan 157 ribu unit Mitsubishi eK wagon dan eK Space, serta 468 unit unit Nissan Dayz dan Dayz Roox. Semua model tersebut hanya dijual untuk pasar Jepang. Setelah skandal terbongkar, Mitsubishi langsung menghentikan produksi dan penjualan.

Mitsubishi menunjuk komite eksternal yang terdiri dari tiga orang pengacara untuk menyelidiki kasus tersebut. “Kami belum tahu gambaran seluruhnya dari hal ini dan kami berupaya untuk menentukan penyebabnya,” ujar Tetsuro Aikawa, Presiden MMC di Kementerian Transportasi Jepang.[Gls/Wa]