Mobil konsep dari Shell

SolusiMobil.com - Shell memperkenalkan konsep mobil perkotaan yang dapat mengurangi penggunaan energi secara signifikan di sektor transportasi jalan raya, di Beijing, China.

Mobil berkapasitas tiga penumpang ini merupakan bukti nyata yang menunjukkan bagaimana efisiensi energi dapat ditingkatkan, dengan cara memanfaatkan teknologi mutakhir melalui proses “co-engineering”.

Dikutip dari Dapurpacu, dalam proses tersebut, bodi mobil, desain mesin, dan oli mesin dibuat secara bersama-sama. Hasil pengujian independen dan penelitian siklus hidup kendaraan yang ketat menunjukkan bahwa mobil konsep Shell akan mampu menghemat energi primer sebesar 34% sepanjang siklus hidupnya jika dibandingkan dengan mobil perkotaan konvensional.

Mobil konsep Shell hanya akan memerlukan sekitar 50% dari energi yang dibutuhkan untuk memproduksi dan mengoperasikan mobil keluarga kecil konvensional, dan 31% dari energi yang dibutuhkan kendaraan jenis SUV.

Konsumsi bahan bakar mobil ini telah diukur menggunakan berbagai protokol uji kendaraan yang meliputi steady state maupun urban driving style.

Hasil uji sampel antara lain menunjukkan tingkat konsumsi bahan bakar pada steady state 107 mil/galon [2,64 liter/100km] [38km/liter] [89,1 mil/galon AS] di kecepatan 70km/jam dan penurunan emisi sebesar 4,67g CO2/km berdasarkan New European Driving Cycle (NEDC) berkat penggunaan pelumas yang dirancang khusus, atau setara dengan peningkatan efisiensi  bahan bakar sebesar 5% dibandingkan dengan oli mesin standar yang umum tersedia di Inggris.

Mark Gainsborough, Executive Vice President – Shell’s Global Lubricants Businesses – merupakan pendukung proyek mengatakan, “Proyek ini adalah suatu pencapaian penting di bidang rekayasa otomotif. Saya merasa bangga atas pencapaian para ilmuwan Shell dan mitra mereka dari Geo Technology dan Gordon Murray Design.”

Mobil konsep Shell diuji secara independen di fasilitas uji otomotif tersertifikasi di Inggris dan diperbandingkan dengan sejumlah mobil lain yang memiliki kondisi serupa guna mengukur ekonomi bahan bakar dan emisi CO2. Dalam uji NEDC resmi, mobil konsep Shell menghasilkan emisi CO2 yang lebih rendah dibandingkan mobil perkotaan berbahan bakar bensin biasa (28%) dan mobil hybrid (32%).[Dp/Wa]