Perakitan mesin Nissan GT-R

SolusiMobil.com - Generasi terbaru Nissan GT-R yang saat ini sedang dipamerkan di New York Auto Show 2016, mendapat perhatian banyak pengunjung. Tak hanya performanya yang membuat ‘The Godzilla’ dikagumi, tetapi proses perakitan mesinnya dilakukan secara manual alias hand build.

 

Dikutip dari Dapurpacu, Nissan menyebut, saat ini hanya ada lima orang perakit mesin diizinkan untuk meracik mesin generasi baru GT-R. “Mereka adalah para master yang diizinkan untuk menanganinya (mesin),” tutur Takumi Kurosawa, pemimpin tim perakit mesin itu, akhir pekan lalu.

 

Takumi merupakan seniman andal yang bertanggung jawab untuk merakit mesin VR38 TwinTurbo, mesin kebanggaan Nissan. Dibawah kepemimpinannya, para ‘seniman’ mesin itu menggabungkan seluruh kepiawaian dan pengalaman Nissan sepanjang 100 tahun.

 

Kendati  melakukannya secara manual, namun para perakit itu mampu memeriksa bagian demi bagian komponen mesin dengan kualitas layaknya presisi mikroskopis. Mereka juga mampu menjamin ketepatan perlengkapan setiap bagian mesin saat merakitnya.

 

Perakitan secara manual tersebut dilakukan agar mampu menghasilkan kesempurnaan yang tak bisa dilakukan oleh robot. Hasilnya, memang luar biasa, sebuah mesin Nissan GT-R yang dahsyat.

 

Nissan mengklaim, mesin berbahan bakar bensin 3.8L V6 twin-turbocharged mampu menyemburkan tenaga hingga 571 Hp dengan torsi 633 Nm. Tenaga tersebut lebih besar 20,2 Hp dibanding semburan tenaga generasi sebelumnya. Sedangkan torsinya bertambah 5,4 Nm.

 

Meski langgam desainnya beradaptasi dengan perkembangan zaman, namun karakter khas GT-R tetap terjaga. Bentuk gril V-Motion, bumper depan menonjol dengan garis-garis tegak di bagian pinggir adalah salah satu buktinya.

 

Begitu pun dengan lampu utama depan dan bagian buritan termasuk lampu. Bentuk lampu belakang yang berbentuk lingkaran ganda, serta empat buah lubang knalpot menjadi penanda GT-R anyar tak meninggalkan jejak pendahulunya.[Car/Wa]