Jeep Wrangler

 

SolusiMobil.com - Fiat Chrysler Automobiles (FCA) berencana mengkonfigurasi ulang pabrik Toledo di Ohio, dimana kompleks perakitan yang tahun depan membangun Jeep Wrangler generasi berikutnya tersebut akan meningkatkan dengan baik produksi SUV yang populer di luar tingkat saat ini.

 

Pabrik perakitan yang baru untuk Wrangler, pabrik Toledo yang saat ini membangun Jeep Cherokee, akan dilengkapi untuk memproduksi sekitar 350.000 unit Wranglers per tahun. Kurang lebih 50% lebih Wranglers dapat diproduksi dari sekarang.

                                                         

Dan perusahaan berencana untuk terus membuat Wrangler yang beredar saat ini pada kuartal pertama 2018, sekitar enam bulan setelah penetapan dimulainya produksi yang baru.

 

Bersama-sama, jalur perakitan Wrangler yang lama dan baru akan menggenjot produksi Wrangler ini dengan laju yang paling cepat dalam 75 tahun sejarah off-roader ini.

 

Mike Manley, kepala merek Jeep, mengatakan bahwa bulan ini ia ingin menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan Wrangler pada tempat yang tepat, dan bagi dia pasokan itu tepat di belakang permintaan.

 

Pabrik Toledo ini merupakan satu-satunya pabrik di dunia yang memproduksi Wrangler. Pada 2015, FCA memilih untuk mengkonversi pabrik unibody Cherokee di Toledo menjadi produksi body-on-frame untuk Wrangler baru daripada menambahkan kapasitas bagi jalur produksi yang ada saat ini.

 

Menurut dokumen pemasok dan perencanaan, FCA bermaksud bagi Toledo untuk meneruskan pembuatan unibody Cherokee sampai Maret 2017, ketika produksi Cherokee akan berpindah ke Belvidere di Illinois. Kemudian pabrik unibody di Toledo akan berkurang karena konversi menjadi produksi body-on-frame, diharapkan memakan waktu sekitar enam bulan, sedangkan produksi Wrangler generasi saat ini terus berlanjut.

 

Wrangler terkini, yang kemungkinan dipasarkan sebagai Wrangler Classic, dijadwalkan tetap diproduksi sampai Maret 2018. Pickup berbasis Wrangler dan Wrangler bermesin diesel, keduanya diharapkan mungkin tampil perdana pada tahun 2018, karena volume produksi tambahan bagi keduanya itu yang sedang ditambahkan.

 

Manley menolak untuk berspekulasi pada tingkat penjualan global bagi SUV itu tatkala kapasitas produksinya ditambahkan. Namun dia mengatakan bahwa ada permintaan yang belum terpenuhi saat di Amerika Utara, Asia-Pasifik, Eropa dan Amerika Latin.

 

Manley juga mengatakan bahwa dia bersama perusahaan telah melihat beberapa kelemahan yang muncul di Asia, karena alasan yang jelas terhadap dimana China saat ini, tapi mereka masih melihat tumpukan order yang kuat di AS melebihi permintaan di Eropa, dan masih ada beberapa permintaan sisa dari Asia dimana mereka tidak dapat memenuhi. Kebanyakan penjualan Wrangler sekarang ini ada di Amerika Utara, tetapi masih populer secara global.

 

Ditambahkan oleh Manley bahwa Wrangler sedang dalam permintaan di Eropa Wrangler masih bertahan di Eropa. Hal ini merupakan penjelmaan dari merek Amerika yang paling ikonik di dunia, dan hal yang sama (berlaku) di Cina, sehingga permintaan terus berkembang. [tm]