McLaren P1

SolusiMobil.com – Mclaren benar-benar telah menyelesaikan line up supercar untuk bersaing ketat dengan dengan merek besar seperti Ferrari dan Lamborghini. Di kelas sport series sudah ada Mclaren 540C dan 570S yang berebut pasar dengan Ferrari California dan Audi R8. Di kelas super series ada Mclaren 625C, 650C dan 675LT yang bersaing dengan Ferrari 488 dan Lamborghini Huracan. Untuk kelas ultimate series jelas sudah ada Mclaren P1 yang bersaing dengan siFerrari dan Porsche 918.

Nampaknya sebagai produsen supercar dengan umur yang muda, Mclaren ingin segera menampilkan citra yang lebih baik dengan memberi penyegaran ke kelas super series. Dikutip dari Autonetmagz, Mclaren sudah menyatakan bahwa kelas super series akan menggunakan platform hybrid layaknya Mclaren P1. Diharapkan sih dengan konstruksi seperti ini selain lebih ramah lingkungan juga meningkatkan tenaga melampau pesaingnya. Lalu bagaimana ultimate series yang dihuni P1?

“Teknisi kami sudah mulai untuk meriset salah satu prototype kami untuk mengevaluasi apakah memungkinkan membenamkan konstruksi listrik pada model ultimate series kami. Ini adalah sebuah langkah maju dalam pengembangan,” jelas CEO McLaren Mike Flewitt.

Yup, ini artinya model penerus P1 memang sedang direncanakan untuk diganti menggunakan konstruksi full electric. Sebelumnya di Geneva Motor Show, Mike Flewitt telah membeberkan rencana bisnis 6 tahun bernama Track22, model listrik ini haruslah berhasil pada lini paling mahal dan menjadi model unggulan dari semua line up McLaren.

McLaren sendiri sudah memberikan investasi sebesar £1 miliar alias Rp.18 triliun untuk Research and Development dan hasil dari dana ini adalah kemunculan 15 line-up McLaren terbaru, termasuk kedua series tadi dan sebuah model entry level untuk menggantikan model yang sudah eksis selama lima tahun terakhir. Separuh dari line-up terbaru ini akan menggunakan hybrid sebagai jantung mekanisnya.

Untuk suksesor dari McLaren P1 sendiri mempunyai goal paling tidak setara atau lebih baik daripada performa hypercar hybrid selama ini. Artinya berberapa target yang harus terpenuhi adalah  0-100 km/jam selama 2 detik, 0-160 km/jam setidaknya kurang dari 6 detik dan topspeed harus meraih lebih dari 322 km/jam. “Kami tahu bahwa owner kami mengenal baik roh dari mobil-mobil terbaik kami, kami harus mencari akal untuk menyeimbangkan hal tersebut di generasi terbaru kami,” tambah Flewitt.

Dengan hal ini berarti McLaren sudah memulai kembali untuk meriset semua pengganti model-model mereka yang telah mereka keluarkan beserta model baru. Karena sebagian mekanisme akan cenderung menggunakan hybrid dan mobil listrik, masih ada 2 halangan sebenarnya yang bisa jadi batu sandungan mereka. Hal pertama adalah perkara pengisian baterai yang memakan waktu lama serta suara yang dihasilkan di mobil hybrid dan mobil listrik. (Yk/Wa)