Logo Mercedes Benz

SolusiMobil.com - Pemilik mobil Mercedes-Benz bermesin diesel di Amerika Serikat melakukan gugatan kepada Daimler selaku induk Mercedes. Mereka beralasan, mesin diesel itu dipasangi perangkat untuk memanipulasi tingkat emisi gas buang hasil pembakaran di mesin.


Laporan yang dirilis Senin (11/4) menyebut, di gugatan  yang diwakili kantor firma hukum hukum Hagens Berman disebutkan hasil tes terbaru yang dilakukan secara independen menunjukan, mobil Mercedes-Benz BlueTech menghasilkan emisi nitriogen oksida (Nox) yang berlebih. Uji di berbagai kondisi menemukan kadar emisi Nox  di mobil itu jauh lebih tinggi ketimbang hasil tes di laboratorium pabrikan.

“Fakta memang menunjukan Mercedes lulus uji dinamometer di semua tes, tapi dia gagal saat dites di dunia nyata. Ada dugaan, apa yang dilakukan oleh Mercedes tak ubahnya  dengan apa yang dilakukan oleh VW dengan mengakali  tingkat emisi yang sebenarnya,” bunyi gugatan yang dilayangkan melalui Pengadilan Distrik New Jersey itu.

Daimler menyebut gugatan itu sama sekali tak beralasan. “Posisi kami tetap tidak berubah yakni, bahwa sebuah komponen yang tidak sah untuk mengurangi emisi tidak digunakan di kendaraan Mercedes-Benz,” bunyi pernyataan pabrikan.

BlueTEC adalah sistem filter yang menggunakan urea untuk membantu asap knalpot menyingkirkan gas NOx yang membahayakan kesehatan. Memang, ongkos aplikasi cara itu cukup mahal dan digunakan terutama dalam mobil lebih berat seperti limusin besar buatan Daimler atau  SUV  yang mengusung mesin diesel berkapasitas besar.

Lembaga Perlindungan Lingkungan (EPA) Amerika Serikat mengaku telah meminta keterangan dari Daimler ihwal dugaan kecurangan itu. Hanya, lembaga ini belum melakukan penyelidikan secara resmi.

Gugatan yang dilayangkan pada Februari lalu itu belum jelas nasibnya. Sebab, belum ada tanda-tanda pihak pengadilan menggelar perkara.

Sebelumnya, pada September tahun lalu, pihak berwenang di Negeri Paman Sam telah membomngkar kecurangan pengujian tingkat emisi gas buang mobil yang dilakukan VW. Pabrikan asal Wolfsburg, Jerman, itu diketahui telah memasang perangkat lunak di mesin disel mobil buatannya.

Hal itu dilakukan agar tingkat emisi yang sebenarnya tersamarkan. Namun, risikonya fatal. Akibat terbongkarnya skandal ini, harus menarik 11 juta mobil buatannya – yang diidentifikasi terkait dengan masalah itu – di berbagai negara. [Dp/Wa]