Wuling Hongguang

SolusiMobil.com - Sejumlah produsen mobil kondang asal China dikabarkan berniat menyerbu pasar India. Namun kualitas mobil asal Negeri Tirai Bambu itu dinilai kurang bagus untuk pasar India.


“Mobil-mobil (buatan pabrikan asal) China (di India) dipersepsi memiliki kualitas yang tidak bagus,” tulis Economic Times, Rabu (6/4).

Kehadiran pabrikan asal China itu dinilai cukup terlambat mengingat pabrikan-pabrikan besar seperti Volkswagen, Ford Motor, dan General Motors telah lebih dari satu dekade hadir di pasar negeri itu. Bahkan mereka juga berjuang keras untuk menaklukan pasar India yang saat ini menjadi salah satu pasar terbesar di dunia.

Pejabat di Kementerian Perindustrian India kepada Reuters mengatakan, SAIC dan Great Wall telah berbicara dengan pemerintah negara bagian Maharashtra di India Barat untuk mendirikan pabrik. Fasilitas produksi itu akan dibangun di pusat industri di kota Pune.

Sementara seorang sumber yang dekat dengan SAIC tak menampik informasi itu. Dia mengatakan, langkah ekspansi SAIC ke India itu dilakukan setelah melakukan ekspansi ke Indonesia atau sebelum masuk ke Rusia atau negara Eropa lainnya. Bahkan ke Amerika Serikat.

Informasi lain menyebut, SAIC tengah dalam pembicaraan untuk membeli pabrik yang saat ini dioperasikan oleh General Motors di negara bagian Gujarat Barat. Menurut sumber yang mengetahui persis rencana itu, pabrikan asal Detroit, Amerika Serikat, itu berniat untuk menghentikan produksi di pabrik Halol di Gujarat pada akhir Juni mendatang.

Bagi pabrikan mobil pasar India masih memesona. Maklum, posisi India dalam daftar pasar terbesar dunia melompat dari posisi kelima menjadi ketiga. Pada tahun 2015 lalu penjualan mobil di negeri itu tercatat 5 juta unit.

Pada bulan Februari lalu, 12 eksekutif dari Great Wall menghadiri India Auto Expo. “Kehadiran mereka untuk survei pasar dan memahami kebijakan pemerintah pada mesin diesel dan emisi,” tutur sumber di kalangan industri mobil di India.

Sebuah surat eklektronik yang dikirim perusahaan konsultan ke Reuters menyebut, Chongqing Changan Automobile, produsen mobil terbesar keempat China, pada Januari lalu mencari penasehat. Pabrikan itu ingin masuk ke India.

Juru bicara untuk SAIC dan juru bicara Changan menolak berkomentar ihwal semua kabar ini. Pabrikan China diketahui memang gencar berekspansi karena pasar dalam negeri mereka mengalami stagnasi.

Hanya, seperti yang diungkapkan country head konsultan JATO Dynamics, produsen asal China menghadapi tantangan yang tak kecil. Di India, konsumen menginginkan mobil yang kaya fitur, berkualitas, bagus, banderol murah plus jaringan layanan yang luas.

“Kalau produsen mobil China mampu mengatasi (masalah) persepsi kualitas, mereka memiliki keuntungan yang besar,” kata Amit Kaushik, kepala konsultan JATO Dynamics India. [Dp/Wa]