Audi Q7 2017

SolusiMobil.com - Besarnya dampak dari kasus yang menimpa VW memang tidak main-main. Jika tidak tersandung kasus yang membelit mereka saat ini, pastilah masih ada kesempatan untuk merek-merek mobil yang berada di bawah naungannya untuk melakukan riset dan pengembangan mesin pembakaran dalam alias internal combustion engine. Audi kelihatannya termasuk sebagai merek yang kena imbasnya duluan saat mereka memperkenalkan mesin V8 baru mereka di Audi SQ7 dan ditanya soal masa depannya.


Kiblat VW Group sekarang lebih condong ke mobil hybrid, khususnya plug-in hybrid dan mobil listrik seperti Tesla, Nissan Leaf, Renault Twizy dan lain-lain. Di Audi, orang-orang Audi berencana untuk membuat sekitar 25% atau 35% dari total output mobil-mobil Audi menjadi mobil hybrid atau mobil listrik sekalian pada tahun 2025 mendatang. Imbasnya, Audi jadi tak punya cukup kesempatan untuk bermain-main lagi dengan mesin V8.

Padahal Audi bisa bikin mesin V8, bahkan bukan sekedar bisa, tapi termasuk handal. Mesin 4.200 cc V8 di RS4, RS5 dan R8 lawas adalah buktinya. Akan tetapi,”Susah untuk melakukan justifikasi soal seberapa besar investasi dalam membuat mesin V8 baru, karena biayanya sekarang lari ke pembuatan baterai dan mesin listrik,” kata manajer Audi yang dilansir Autonetmagz.”Anda harus tanya dulu, uang untuk investasi itu baiknya ditanam di mana atau dipakai untuk bikin apa.”

2017-Audi-Q7

Soal mesin V8 baru Audi SQ7, adalah sebuah mesin turbo diesel yang berteknologi tinggi, karena selain punya twin turbo, dia punya kompressor elektrik untuk memastikan turbo-turbonya tetap bekerja optimal, berapa pun putaran mesinnya. Dengan 435 hp dan 900 Nm, akselerasi 0-100 tuntas dalam 4,8 detik, setara sebuah mobil sport, padahal jika diingat, Audi SQ7 bobotnya tidak bisa dibilang enteng lho.

Selain di SQ7, mesin V8 baru Audi ini juga akan mampir di Bentley Continental, Bentley Bentayga, Porsche Panamera dan Porsche Cayenne baru, dalam varian bensin maupun diesel. Ke depannya, jika mesin V8 Audi benar-benar harus pensiun, dipastikan tugasnya akan digantikan oleh mesin V6 plus turbo atau malah hybrid.

Agak sulit memang, tapi apa boleh buat, bumi tua kita ini harus dijaga. Jika melirik pabrikan lain misalnya, Volvo mau tidak mau pun mengalah dan sudah mendeklarasikan kalau mereka tidak akan membuat mesin yang jumlah silindernya lebih dari 4 untuk beberapa waktu ke depan.