Ferrari 488 GTB

SolusiMobil.com - Kalau mau punya mobil yang mesinnya diakui dengan titel bergengsi seperti International Engine Of The Year, masih tidak mahal-mahal amat untuk membelinya. Contoh, VW TSI dan Ford Ecoboost yang bisa kita temui di VW Golf dan Ford Fiesta, harganya masih lumayan ramah di kantong tapi teknologi mesinnya adalah salah satu yang sudah diakui sebagai yang terbaik.


Belakangan ini, bakal agak berat jika ingin mobil yang mesinnya diakui teknologinya sebagai International Engine Of The Year. Dilansir Autonetmagz, BMW i8 menang penghargaan ini, dan sekarang giliran mesin 3.900 cc V8 twin turbo milik Ferrari yang berhak atas gelar ini. Dipasangkan pada Ferrari 488 GTB, 488 Spider dan California T (dengan kapasitas yang berbeda), jelas kalau semua mesin ini pasti prioritasnya performa.

Ferrari-488-GTB-engine

Namun, berdasarkan impresi berkendara yang disusun secara subjektif dan pengetahuan teknikal dari segala sisi (performa, efisiensi, fleksibilitas) yang dibahas oleh 63 jurnalis otomotif di seluruh dunia dari 30 negara, mereka sepakat atas mesin-mesin pemenang di setiap kategori, termasuk di kandidat International Engine Of The Year.

Tapi siapa yang sangka kembalinya Ferrari ke era mesin turbo seperti pada jaman Ferrari F40 dulu malah membawa berkah seperti ini bagi mereka? “Ini adalah lompatan besar bagi mesin turbo dalam hal efisiensi, performa dan fleksibilitas. Ini benar-benar mesin terbaik yang bisa dibuat saat ini dan akan diingat sebagai satu mesin terhebat yang pernah ada selama-lamanya,” ungkap Graham Johnson, co-chairman penghargaan International Engine Of The Year.

Selain mesin 3.900 cc V8 twin turbo 670 hp milik 488 GTB yang menang, Ferrari juga menang di segmen mesin di atas 4.000 cc dengan mesin milik Ferrari F12 tdf, di mana ia punya mesin 6.200 cc V12 bertenaga 780 PS. Wah, ini artinya bakal makin ketat pemilihan mesin terbaik berikutnya, apa bisa berasal dari klan mesin besar performa tinggi atau mesin kecil yang revolusioner. [Hs/Wa]