Indikator BBM

SolusiMobil.com - Skandal Dieselgate Volkswagen (VW) yang terbongkar akhir tahun lalu ternyata berujung panjang, dengan membuka ‘pintu’ untuk kasus serupa oleh pabrikan roda empat lainnya. Belum lama ini, Mitsubishi dan baru saja Suzuki mengakui telah menyalahi hasil tes konsumsi bahan bakar dan emisi.


Seperti diberitakan VIVA, deretan kasus ini bermulai ketika Agensi Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat mendapati VW secara sengaja memasang software (cheating device) yang mengakali angka emisi pada mobil-mobil bermesin diesel. Skandal yang melibatkan jutaan unit kendaraan diesel produksi VW Group ini ternyata telah berlangsung sejak 1999.

Kasus ini kemudian menyeret VW untuk hadapi investigasi kriminal oleh Departemen Kehakiman AS dan ancaman denda hingga $18 miliar. Menyusul kemudian Martin Winterkorn mengundurkan diri dari posisi CEO VW Group, digantikan oleh Matthias Muller yang sebelumnya memimpin Porsche.

Ketika kasus VW mulai meredup, menyusul Mitsubishi yang mengejutkan publik dengan terbuka mengakui telah menyalahi uji konsumsi bahan bakar, pada April 2016. Dalam kasus ini, Mitsubishi memilih langkah tersebut setelah pemerintah mengubah peraturan uji konsumsi bahan bakar pada tahun 1991.

Pabrikan dituntut menerapkan metode baru pengujian, namun pabrikan berlogo Tiga Berlian memilih menggunakan metodenya sendiri, lantaran karyawan tertekan oleh target internal dari perusahaan. Kecurangan justru awalnya ditemui oleh Nissan yang memiliki kendaraan hasil kerjasama dengan Mitsubishi.

Untuk kasus ini, cakupannya tidak sebesar kasus VW karena hanya melibatkan sejumlah produk Kei-Car yang dipasarkan secara domestik di Jepang. Produk-produk itu kemudian dihentikan produksi dan penjualannya.

Imbasnya, saham Mitsubishi di bursa saham anjlok hingga 43%, sebelum kemudian Nissan memutuskan membelinya sebesar 34% dengan harap bisa memperbaiki kondisi Mitsubishi. Merasa bertanggungjawab, Tetsuhiro Aikawa kemudian mengundurkan diri dari jabatan Presiden Mitsubishi Motors Company (MMC).

Suzuki Menyusul
Belum sampai sehari setelah pengumuman mundurnya Tetsuhro Aikawa dari Mitsubishi, giliran Suzuki yang mengumumkan telah menyalahi tes emisi dan konsumsi bahan bakar. Pengakuan Suzuki kali ini diikuti laporan kepada Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Jepang.

Mirip dengan kasus Mitsubishi, Suzuki melakukan tes emisi dan konsumsi bahan bakar dengan metode tidak sesuai dengan anjuran pemerintah. Data yang digunakan adalah hasil tes di dalam terowongan angin, bukannya tes nyata dilajukan di jalanan.

Kondisi alam sekitar proving ground di Sagara yang berlokasi di atas bukit dan dekat laut, dianggap Suzuki dapat membuat data hasil tes inkonsisten. Seperti Mitsubishi juga, kasus ini melibatkan mobil-mobil yang hanya dipasarkan di Jepang, sebanyak 16 model.

Segera setelah diumumkan, nilai saham Suzuki langsung turun 11% dan sempat mencapai 15%. Pihak Suzuki bahkan menyampaikan permintaan maaf mendalam kepada pelanggan dan para stake holder. [Whr/Wa]