Suzuki Swift 2016

SolusiMobil.com - Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) akan menjadi teknologi yang disegerakan menjadi salah satu senjata pamungkas Suzuki Indomobil Sales (SIS) teraplikasi di line-up jualannya di tahun depan. Suzuki meyakini SHVS bisa menjadi jawaban keinginan pengendara lebih irit menggunakan bahan bakar. Meskipun SIS juga tengah melakukan studi penggunaan mesin BoosterJet 1.0L.


“Bagi sebagai manufaktur hybrid biasanya digunakan di kendaraan mewah. Namun Suzuki menerapkannya di kendaraan yang medium low,” ujar Davy Tuilan selaku Vice Managing Director SIS yang dilansir Dapurpacu.

Davy mengungkapkan bahwa SHVS bisa menjadi jawaban kebutuhan masyarakat dengan situasi lalu lintas yang semakin macet dan kendaraan cenderung stop&go.

Bila melihat produk yang sudah disiapkan SIS, kemungkinan meracik Ciaz SHVS atau Ertiga SHVS. Karena terakhir mobil Ciaz sudah diperkenalkan Maruti-Suzuki (India), bulan Maret 2016 meski bermesin diesel. Sementara Ciaz juga sudah akrab di konsumen Indonesia. Adapun Swift SHVS juga tengah disiapkan meluncur di Paris Motor Show 2016, bulan September.

“Pada SHVS ini terdapat baterai ekstra, ketika melakukan akselerasi awal akan menggunakan sumber energi tersebut. Hal ini tentu saja meningkatkan efisiensi dan kehilangan banyak bahan bakar,” ujar Donny Saputra, Marketing Deputy Departement Head SIS.

“Karena bila melihat mesin konvensional, saat mesin idle saja perlu bahan bakar. Akan lebih banyak lagi bila melakukan akselerasi. Nah, dengan SHVS, bahan bakar akan digunakan lagi oleh mesin ketika mobil sudah melaju pada kecepatan tertentu,” jelasnya.

Doni menambahkan saat melakukan deselerasi, SHVS juga memanfaatkannya untuk sumber energi. “Integrated Starter Generator,  bagian dari SHVS juga. Memanfaatkan energi kinetik saat pengereman untuk diubah menjadi sumber energi yang disimpan ke baterai. Sebenarnya, ISG inilah yang bekerja pula sebagai penggerak awal ketika mobil berakselerasi sebelum mesin kembali bekerja.”

Namun hal ini perlu edukasi lebih lagi kepada konsumen ketika mobil berteknologi SHVS ini menggunakan transmisi manual, yakin Donny. “Saat mobil berhenti usai melaju, pengendara harus menetralkan transmisi dan kemudian melepas kopling. Mesin akan restart lagi bila pengendara menekan pedal kopling. Nah, akan lebih mudah bila menggunakan transmisi otomatis. Karena pengendara hanya menahan pedal rem usai melaju, mesin akan restart ketika pedal rem tak diinjak.”

Adapun untuk melakukan sosialisasi SHVS dan mesin BosterJet 1.0L, SIS akan memboyongnya di Gaikindo Indonesia International Auto Show 2016 bulan Agustus nanti.