Komparasi mobil hybrid

SolusiMobil.com – Saat ini banyak dijumpai mobil-mobil menggunakan teknologi hybrid, namun mobil ini tidak menjadi primadona di Indonesia karena pajaknya yang tinggi. Secara garis besar ada 3 jenis sistem hybrid yang ada dipasaran saat ini, jadi keliru jika ada yang bilang bahwa semua sistem hybrid itu sama. Dikutip dari Autonetmagz, Hybrid sendiri tidak selalu identik dengan ramah lingkungan, buktinya hybrid di McLaren P1, Porsche 918, BMW i8 dan Ferrari LaFerrari bisa menyokong performa. Lalu apa saja jenis-jenis mobil hybrid yang ada saat ini?

 

Active Hybrid

 

Mobil Active Hybrid kadang disebut juga sebagai “Series Parallel Hybrid” atau “Combined Hybrid”. Mobil hybrid seperti ini punya 2 penggerak, yakni mesin bensin/diesel biasa dan motor listrik yang mengambil tenaga dari baterai. Mobil Active Hybrid bisa berjalan dengan berbagai kombinasi tenaga. Pertama, dari motor listrik saja, kedua, dari mesin bensin saja, dan ketiga, dari kombinasi tenaga motor listrik dan baterai.

 

Mode mana yang dipilih, bisa diatur otomatis oleh komputer maupun diatur manual oleh pengemudi, tergantung situasi dan kondisi. Baterai mobil hybrid sejenis ini ada yang tidak punya colokan eksternal untuk ditancapkan ke sumber listrik dari luar mobil (contoh : colokan listrik di rumah), tapi ada yang punya, BMW i8 misalnya. Selain itu, baterainya akan mendapat pengisian ulang dari mesin bensin/dieselnya atau dari energi regeneratif yang dihasilkan mobil pada saat deselerasi atau pengereman.

 

Antara mesin bensin/diesel dan motor listrik, keduanya tidak terhubung secara seri ke transmisi mobil, melainkan paralel alias terpisah, maka dari itu ia bisa disebut “Series Parallel Hybrid”. Contoh mobil seperti ini banyak, di antaranya Toyota Camry Hybrid, Toyota Prius, Lexus LS600hL dan lain-lain. Makanya, dari nama “Hybrid Synergy Drive” di mobil-mobil hybrid Toyota, memang menggambarkan kalau mesin listrik dan bensin/dieselnya bersinergi dalam menggerakkan mobil. Tidak tipu-tipu kalau yang ini.

 

Electric Hybrid

 

Kadang-kadang, mobil Electric Hybrid kadang suka disebut sebagai “Plug-In Hybrid”. Rancang bangunnya adalah motor listrik dan baterai akan menggerakkan roda dan menjadi penggerak utama mobil. Lah, terus mesin bensin/dieselnya ngapain? Mesin bensin/diesel di mobil sejenis ini tidak ada urusannya dengan sistem penggerak mobil, melainkan bertugas menghasilkan listrik untuk disuplai ke baterai dan motor listrik. Singkatnya, bekerja sebagai genset yang suka dipakai kalau mati lampu.

 

Sama seperti Active Hybrid, kadang ada yang punya colokan untuk ditancapkan ke sumber listrik eksternal atau malah sumber tenaga lain, Chevrolet Volt misalnya. Tapi ada mobil seperti Fisker Karma, yang atapnya punya panel surya untuk mensuplai energi listrik tambahan yang cukup untuk menjalankan segala peranti elektronik di kabin seperti navigasi, lampu kabin, sistem keyless start, dll. Tujuannya supaya baterai utamanya tidak cepat habis tenaga untuk menjalankan mobil.

 

Gampangnya, mobil Electric Hybrid atau Plug-in Hybrid adalah mobil yang mesin bensin/dieselnya tidak ada urusan langsung dengan sistem penggerak, melainkan berlaku sebagai genset untuk baterai. Selain Fisker Karma dan Chevrolet Volt, contoh mobil lain yang mengusung sistem seperti ini adalah Hammerhead-i Eagle Thrust buatan mantan Trio Top Gear (James May, Richard Hammond, Jeremy Clarkson), Mazda 2 RE (Range Extender), Opel Ampera dan lain-lain.

 

Mild Hybrid

 

Mobil-mobil Mild Hybrid juga disebut sebagai “Parallel Hybrid”. Di mobil hybrid seperti ini, mesin bensin/diesel akan menjadi penggerak utama bagi mobil, sementara motor listrik dan baterai hanya bertugas membantu saja di saat-saat tertentu, bukan menjadi penggerak bagi mobil secara independen tanpa bantuan mesin bensin/diesel. Yah, sebenarnya ada saat-saat di mana motor listrik bisa menggerakkan mobil tanpa bantuan mesin bensin/diesel, tapi untuk waktu yang sangat sebentar. Oleh karena itulah, sistem ini dianggap tidak bisa menjalankan mobil dengan tenaga motor listrik saja.

 

Motor listrik akan membantu mesin bensin/diesel saat dibutuhkan, misalnya saat torsi maksimum dari mesin bensin/diesel belum keluar atau sudah tidak keluar, motor listrik datang sebagai asisten karena torsi instan yang dihasilkannya bisa membantu mobil bergerak selancar mungkin. Hal ini untuk menutupi kekurangan mesin bensin/diesel yang torsinya tidak sespontan mesin bensin/diesel. Baterai pada mobil hybrid ini hanya bisa diisi ulang dengan energi dari mesin bensin/diesel dan tenaga deselerasi atau pengereman, bukan dicolokkan ke colokan listrik.

 

Nah, Honda Jazz hybrid dan Honda CR-Z adalah contoh yang sempurna untuk menggambarkan sistem Mild Hybrid seperti ini. Jelas dong, di cover mesin mereka juga tulisannya “Integrated Motor Assist”. Coba, korelasikan kata “Assist” di tulisan tadi dengan kinerja sistem mild hybrid yang bertugas menjadi asisten atau pembantu mesin bensin/diesel, masuk akal kan? Tidak tipu-tipu juga, meski kami masih heran kalau CR-Z dibilang mobil sport. Selain Honda CR-Z dan Honda Jazz hybrid, Ferrari LaFerrari juga memakai sistem yang sama.

 

Oke, itu tadi jenis-jenis mobil hybrid yang ada di pasaran. Jadi besok kalau ada yang maksa atau ngotot bilang “Hybridnya Camry dan CR-Z kan sama,” anda bisa menjelaskannya dengan pemaparan seperti tadi. Kalau masih ngotot juga, lempar saja mukanya dengan artikel ini. Selain itu, kami harap dengan artikel ini bisa menjadi pedoman bagi anda yang diberi rezeki lebih dan ingin mencoba mobil hybrid supaya bisa menerawang, sistem seperti apa yang cocok dengan anda. (Hs/Wa)