Mobil listrik pada stasiun pengisian daya

 

SolusiMobil.com - Dengan batasan yang semakin ketat terhadap emisi karbon dan minimum pemakaian bahan bakar yang ekonomis di sebagian besar pasar mobil dunia bermakna bahwa semakin banyak mobil listrik plug-in terjual. Bersamaan dengan harga baterai yang terus turun dan daftar harga mobil yang meningkat karena adanya teknologi baru yang membuat mobil lebih efisien, beberapa bayangan orang sekarang akan sebuah dunia dimana semua kendaraan baru tidak memerlukan lagi mesin pembakaran.

 

Jika pernah terjadi, merupakan sebuah visi yang indah, tapi hal itu tidak akan terjadi selama beberapa dekade. Sebaliknya, mesin pembakaran bensin akan bertahan selama lebih beberapa dekade, dalam bentuk yang lebih kecil dan jauh lebih efisien. Mesin pembakaran ini akan sering dipasangkan dengan berbagai jenis elektrifikasi, dari sistem start-stop yang  ditingkatkan 48-volt ke yang berpenggerak yang sepenuhnya plug-in hybrid.

 

Pesan tersebut ditawarkan oleh dua orang eksekutif dari Continental, pemasok besar suku cadang global. Continental menjual sistem hybrid bersamaan dengan banyaknya subsistem yang berbeda bagi mesin pembakaran, jadi secara alami memiliki sudut pandang tertentu. Tapi pandangan tersebut dibagikan secara luas di seluruh industri, bahkan di antara beberapa pendukung yang paling bersemangat terhadap kendaraan plug-in hybrid dan kendaraan listrik.

 

Dengan 80 juta unit kendaraan yang terjual secara global setiap tahun, dan total global car parc sekarang melebihi 1 milyar unit kendaraan, kemunculan mobil listrik untuk menjadi bagian utama dari armada kendaraan dunia akan membutuhkan waktu puluhan tahun.

 

Continental menunjukkan bahwa meskipun ada ulasan paruh waktu mendatang, kenaikan standar penggunaan bahan bakar ekonomis rata-rata gabungan (CAFE; corporate average fuel economy) di Amerika kemungkinan akan diam di tempat sampai tahun 2025. Bahkan standar yang kuat di Eropa dan China juga mungkin akan tidak bergerak, tapi beberapa perbaikan pada semua aspek bagi efisiensi kendaraan sejauh ini terbukti sangat efektif dalam memenuhi peningkatan dari tingkat efisiensi tersebut.

 

Continental mengatakan bahwa dari sistem hybrid ringan 48 volt yang murah sampai kompresor listrik yang melayani fungsi dari turbocharger, sebuah tumpukan dari teknologi tambahan akan digabungkan dengan mesin yang dibuat lebih kecil untuk menggunakan lebih sedikit bahan bakar tanpa baterai tegangan tinggi dan barang elektronik yang mahal.

 

Teknologi informasi juga akan menghasilkan peningkatan efisiensi, seperti mobil-mobil yang mulai berkomunikasi satu sama lain dan dengan infrastrukturnya. Salah satu contoh: yang disebut sistem E-Horizon yang sudah digunakan pada truk-truk besar, memberikan perbaikan efisiensinya sebesar 3% sampai 5%.

 

Seperti sistem yang mengetahui kapan lampu lalu lintas akan berubah dari merah ke hijau, bahkan sebelum pengemudi dapat melihat mereka, menghilangkan tindakan mesin yang tidak perlu untuk memperlambat laju kendaraan dan mempercepatnya, serta mengantisipasi lajunya di area bukit dan lembah untuk memaksimalkan efisiensi penggunaan bahan bakar.

 

Para eksekutif Continental mengakui bahwa elektrifikasi penggerak kendaraan ini akan terus tumbuh. Mereka mencatat bahwa ‘akan datang dalam rasa yang lebih banyak’, yang berarti sistem lebih murah daripada penggerak yang sepenuhnya hybrid.

 

Pada akhirnya, mereka juga mencatat bahwa kemungkinan mesin bensin harus dipasangkan dengan jenis-jenis yang sama dari sistem knalpot setelah perawatan yang sekarang dilengkapi untuk mesin diesel, untuk mengontrol emisi dari partikulat yang sangat halus.

 

Tapi dari sekarang sampai akhir dekade berikutnya, mesin yang membakar bahan bakar bensin dan diesel yang terbuat dari fosil dan dari berbagai sumber akan tetap dominan, kendatipun ada skenario yang paling idealistis dari para pengacara, pembuat undang-undang, dan penggemarnya.

 

Bagi beberapa mobil-mobil yang pengoperasian baterainya untuk beberapa atau semua jangkauan, tentu saja, titik kritis konsumen mungkin datang di beberapa daerah, pasar, dan segmen pembeli. Tapi kapasitas produksi global untuk baterai lithium-ion sendiri kemungkinan akan menghambat pertumbuhan mobil listrik dari sekarang hingga tahun 2030. Setelah itu, kemungkinan skenario di atas dapat kita tinjau kembali. [tm]