Elon Musk

SolusiMobil.com – Donald Trumph yang menjadi salah satu calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik mendapat perlawanan keras akibat kerap melontarkan pernyataan kontroversi, termasuk soal industri otomotif. Salah satu orang yang ingin menghentikan langkah Trumph menjadi presiden Amerika Serikat adalah Elon Musk, bos mobil listrik Tesla.

 

Sejumlah media di Amerika Serikat, akhir pekan lalu melaporkan bahwa Chief Executive Officer (CEO) Tesla itu telah melakukan pertemuan khusus dengan sejumlah bos perusahaan papan atas di Negeri Paman Sam. Beberapa diantara mereka adalah Tim Cook, CEO Apple, dan Larry Page, co-founder Google.

 

Mereka, seperti dilaporkan Huffington Post, bertemu di sebuah pulau di lepas pantai Georgia. “Meski mereka bergabung (bertemu) namun bukan berarti mendukung salah satu calon presiden. Masing-masing di antara mereka telah memiliki preferensi sendiri soal pilihan (sosok) calon presiden,”

 

Kabarnya, hal yang membuat mereka bersatu adalah, kegundahan yang sama terhadap sepak terjang Trumph sebagai salah seorang calon presiden negeri adidaya itu. Sementara, dalam beberapa pooling di sejumlah negara bagian Trumph mengungguli calon-calon lainnya.

 

Tak hanya gaya Trumph yang membuat para sosok kondang itu gerah, tetapi juga pernyataannya yang kontroversi. Di antara pernyataan itu adalah tentang larangan bagi pemeluk agama tertentu untuk masuk ke Amerika. Selain itu, kritikan pedas terhadap pabrikan otomotif yang hendak berinvestasi di luar negeri juga turut menyulut  kejengkelan para pebisnis.

 

Dikutip dari Dapurpacu, pada  paruh kedua tahun lalu misalnya, Trumph mengecam langkah Ford Motor Company (Ford) yang tengah membangun pabrik di Meksiko. Bahkan, dia mengancam akan mematok tarif  bea masuk hingga 35 persen bagi mobil – termasuk buatan Ford- yang masuk ke negerinya jika terpilih sebagai presiden.

 

Trumph melontarkan kecamannya kepada Ford itu saat  bertandang ke pusat industri otomotif Negeri Paman Sam, Detroit, Michigan. Dalam serangkaian kampanyenya, Trumph memang mengusung tema ‘untuk mengembalikan kejayaan Amerika dan membuat Amerika lebih besar lagi’.

 

Sebelumnya Ford telah mengumumkan rencananya untuk menggenjot produksinya di Meksiko dalam tiga tahun mendatang. Berkaitan dengan hal itu, pabrikan ini membangun pabrik baru di San Luis Potosi dengan investasi sebesar US$  1,5 miliar atau sekitar Rp 20,2 triliun.

 

Meski tak disinggung secara khusus oleh Trumph, kabarnya Elon Musk tetap merasa gerah dengan pernyataan tersebut. Trumph juga diketahui pernah berujar bahwa langkah Lembaga Perlindungan Lingkungan (EPA) Amerika Serikat untuk menggalakan pemakaian mobil listrik adalah sebuah pemborosan anggaran bagi Amerika.

 

Sementara,  seperti halnya Ford, Tesla juga rajin berinvestasi ke luar negeri, antara lain ke China  untuk memasyarakatkan mobil listrik buatannya.  Langkah seperti itu merupakan bagian dari strategi bisnis murni dalam menghadapi persaingan global.

 

Namun, sejatinya, dunia politik bagi Musk bukanlah barang baru. Tahun lalu dia hadir dan berbicara dengan sejumlah pemimpin Eropa dalam perremuan puncak Eropa tentang perubahan iklim. Di forum itu, Musk berbicara lantang soal perubahan iklim dunia.

 

Dia ingin mengubah cara kerja para pemimpin dunia khususnya dalam memandang lingkungan termasuk soal hubungan antar bangsa. Atas dasar keyakinan itu pula, Musk ingin menghentikan langkah dan ambisi Trumph menuju kursi kepresidenan Negeri Abang Sam.