BMW

SolusiMobil.com – Setelah merayakan eksistensinya selama 100 tahun di dunia otomotif, BMW secara terbuka meminta maaf atas perbuatan mereka di masa lalu. Raksasa Jerman ini mengaku menggunakan buruh paksa untuk memasok persenjataan dan mesin pesawat terbang ke Adolf Hitler di Perang Dunia II.

 

“Seperti halnya banyak keberhasilan, BMW Group telah menghadapi beberapa krisis besar dan tantangan selama sejarahnya. Di bawah rezim Sosialis Nasional (NAZI) 1930-an dan 40-an, BMW AG dioperasikan secara eksklusif sebagai pemasok untuk industri senjata Jerman,” kata BMW lansir Dailymail.

 

Dikutip dari Dapurpacu, BMW pertama kali berdiri pada 16 Maret 1916 era Perang Dunia I dengan membuat mesin pesawat terbang. Selang beberapa lama, pemilik BMW saat itu, Gunther Quandt bersama dengan putranya Herbert Quandt mulai dekat dengan Hitler sebagai pemimpin tertinggi partai NAZI Jerman.

 

BMW-2

 

Gunther dan Herbert kemudian mengambil keuntungan dari Holocaust dengan memperkerjakan orang Yahudi untuk memproduksi senjata, artileri, amunisi dan baterai perahu. Saat itu, BMW mempekerjakan sekitar 50.000 buruh paksa Yahudi di tahanan kamp konsentrasi.

 

Pejabat BMW mengatakan, perusahaan tidak bisa lepas dari sejarah masa lalu yang kelam. Kendati demikian, BMW terus bertransformasi dan berusaha menindaklanjuti segala upaya untuk merubah situasi dengan memulai langkah pada tahun 1983.

 

“BMW AG menjadi perusahaan pertama yang memulai debat publik tentang bab sejarah ini dengan penerbitan buku berjudul BMW-Eine Deutsche Geschichte (BMW-Sejarah Jerman),” kata perusahaan dalam keterangan resmi.

 

“Sejak tahun 1990-an, BMW Group telah aktif terlibat dalam upaya untuk mempromosikan keterbukaan, rasa hormat dan pemahaman antar budaya,” pungkas BMW.

 

BMW-3

 

Audi

Seperti diketahui, pada era Hitler berkuasa sebagian besar pabrikan otomotif Jerman bekerja pada NAZI dengan kontrak menguntungkan. Pada masa perang, produk mereka dibeli pemerintah, namun ongkos produksi dapat ditekan karena menggunakan tenaga kerja paksa orang Yahudi yang ditahan.

 

Salah satu yang juga mengakui keterlibatan dengan NAZI di era Perang Dunia II ialah Audi. Saat itu perusahaan masih bernama Auto Union, yang diciptakan di Chemnitz, Jerman pada 1932 oleh Dr Richard Bruhn yang punya hubungan dekat dengan para pemimpin Nazi kala itu.

 

BMW-5

 

Studi historis dilakukan Audi menghubungkan Auto Union terhadap 20.000 buruh paksa pabrik yang ditahan. Hasilnya perusahaan bertanggung jawab atas kematian sekitar 4.500 tahanan dari kamp konsentrasi Flossenburg, yang bekerja dari sub-kamp yang dioperasikan untuk Audi di Leitmeritz, Bavaria.

 

Tahun lalu, Audi mengatakan akan segera mempertimbangkan kompensasi untuk para korban. Auto union sendiri merupakan gabungan empat merek mobil Jerman, yaitu Horch, Audi, DKW, dan Wanderer. Gabungan empat perusahaan dituangkan dalam desain logo empat cincin Audi sekarang.[Gls/Wa]