Mobil Otonom

SolusiMobil.com - Tesla sudah memamerkan piranti otonomnya dengan software Tesla Autopilot, meskipun hanya dapat dipakai di jalan tol namun tentu ini menjadi kabar segar bagi kita. Selain itu sudah banyak informasi jika pabrikan lain turut mengembangkan sistem otonom.


Mobil yang dapat mengendarai sendiri ini memang akan terlihat pada tahun 2020. Bahkan disebuah iklan, Dubai akan diramaikan oleh mobil otonom sebanyak 20% pada tahun 2025. Menarik melihat fenomena ini ketika kalau biasanya kita menaiki mobil maka kita akan berkonsentrasi untuk menyetir. Namun bagaimana jika sang supir juga diposisikan sebagai penumpang. Lantas apa yang akan mereka lakukan bila kita tidak perlu menyetir lagi?

Seperti diberitakan Autonetmagz, ada media luar negeri yang cukup tertarik untuk meneliti fenomena ini, mereka sedikit membuat survey tentang mobil otonom ini. Apa yang akan mereka lakukan seandainya mereka menggunakan mobil otonom, berbagai jawaban pun muncul. Menariknya berdasarkan survey, 26 persen menjawab hal yang serupa, bahwa mereka akan lebih nyaman saat menaiki mobil otonom dengan tidur. Ini artinya 1 dari 3 orang akan memilih untuk tidur saja di mobil otonom.

Bagaimana dengan peserta quesioner lainnya? rupanya mereka lebih memilih untuk bercengkrama dengan penumpang lainnya, selain itu mereka juga memilih untuk menonton TV atau membuka internet di gadget mereka. Survey lain juga menunjukkan 32 persen orang menyatakan bahwa berkendara di jalan tol akan lebih menyenangkan apabila menggunakan mobil otonom sedangkan 18 persen menyatakan bahwa mereka lebih baik mengendalikan sendiri kendaraannya apabila berada di kondisi kemacetan.

Selain itu dinyatakan bahwa 51 persen orang-orang menyatakan bahwa mereka merasakan “tidak aman” atau “sangat tidak aman” apabila berkendara dengan sistem otonom. Selain itu 45 persen orang juga menyatakan merasa “tidak menarik” menggunakan otonom. Sebagai akhir dari hasil survey ini, apabila mereka menggunakan mobil dengan sistem full otonom sebagaian besar merasa mereka akan kehilangan kemampuan memprediksi atau menghindari kecelakaan, selain itu 30 persen menyatakan mereka kehilangan rasa kenikmatan berkendara.

So meski otonom mulai digalakkan oleh berbagai produsen otomotif di dunia bahkan sampai produsen otomotif yang menggusung kenikmatan berkendara seperti BMW ikut meriset otonom. Nampaknya teknologi otonom sendiri tidak dianggap terlalu menguntungkan bagi beberapa orang.[Yk/Wa]