Pigeon Air Patrol

 

SolusiMobil.com - London telah mulai mengambil kualitas udaranya yang cukup serius. Masalah emisi kota yang serius bertanggung jawab terhadap kematian prematur, dan mengenai orang-orang dengan penyakit pernapasan yang ekstra keras. Boris Johnson, Walikota London, menyadari masalah ini, dan telah menganjurkan adanya Ultra Low Emissions Zone (zona emisi yang amat sangat rendah) di pusat kota, penetapan rencana ini akan dilaksanakan di 2020. Dengan harapan memahami masalah tersebut lebih baik, London memonitor kualitas udara pada beberapa situs di seluruh kota. Masalahnya adalah bahwa situs-situs tersebut, yang sudah tetap ini, mengukur udara di sekitarnya langsung, dan meninggalkan kelemahan di mana tidak ada cukup data mengenai polusi udara lokal.

 

Masuknya Pigeon Air Patrol (patroli udara merpati), sekelompok kawanan prajurit bersayap yang dilengkapi dengan ransel kecil yang dapat mengukur polusi pada tempat-tempat tertentu, di mana instrumen tetap lainnya tidak bisa. Didukung sebagian oleh Twitter, warga London dapat men-tweet lokasi mereka, dan Merpati akan menyebar ke daerah tersebut untuk mengukur kualitas udara setempat. Seperangkat sensor ringan yang dipakaikan pada burung-burung tersebut mendeteksi ozon, NO2, dan senyawa-senyawa lain yang mudah menguap. Proyek Pigeon Air Patrol ini adalah percobaan tiga hari untuk meningkatkan kesadaran mengenai masalah pencemaran kota yang tak terlihat, dengan harapan mendorong warga untuk melakukan bagian mereka meningkatkan kualitas udara, termasuk mengubah kebiasaan mereka dalam mengemudi.

 

Menyebarnya burung-burung tersebut mengukur udara beracun menyajikan beberapa fungsi. Ini membuat orang menjadi terlibat, dengan meminta pengukuran di mana mereka tinggal dan bekerja. Hal ini menyediakan informasi lingkungan dimana orang awam bisa berhubungan, bukan menjauhkan masyarakat terhadap teknis keahlian berbicara. Meskipun ini juga bukan merpati yang sama digunakan masyarakat London untuk melihat patukan sekitar di jalan-jalan mereka, tapi merpati ini dirawat dengan baik untuk menjadi merpati balap yang hidup sampai 20 tahun, hal ini membantu untuk mengubah cara berpikir orang tentang mereka. Pierre Duquesnoy, pencipta proyek ini mengatakan kepada Evening Standard bahwa dia mengubah sesuatu yang tidak disuka orang menjadi sesuatu yang positif.

 

Proyek Pigeon Air Patrol dioperasikan dalam kemitraan dengan Plume Labs, sebuah perusahaan teknologi yang menyediakan prakiraan kualitas udara lokal. Setelah percobaan selama tiga hari pada merpati itu, perusahaan teknologi ini berharap untuk membekali manusia dengan sensor, sehingga mereka dapat mengukur kualitas udara saat mereka berjalan, berlari, atau bersepeda di sekitar London. Dan, karena alat ini cukup ringan untuk dibawa oleh merpati melintasi kota, alat sensor tersebut cukup nyaman untuk dikenakan oleh manusia. Mudah-mudahan, setelah melihat kerja merpati tersebut, dan dengan berinteraksi pada proyek melalui media sosial, masyarakat London akan lebih banyak memahami masalah di atas lebih baik dan memiliki sebuah tangan dalam membuat kota mereka menjadi tempat yang sehat untuk ditinggali. [tm]