Toyota C-HR

 

Jenewa, SolusiMobil.com - Penjualan dari mobil jenis crossover ukuran kecil sedang melonjak, dan akhirnya Toyota masuk ke dalam permainan, dengan memperkenalkan produksinya C-HR pekan lalu di pameran mobil Jenewa. Kenapa begitu lama? Menyalahkan platform modular dari Toyota New Global Architecture (TNGA).

 

Hiroyuki Koba, chief engineer pada C-HR, mengatakan bahwa saat Toyota mulai mengerjakan C-HR enam tahun yang lalu, pabrikan mobil ini merencanakan untuk meletakkannya pada platform mobil kecil. Tapi pada pertengahan pengembangan dari crossover ini, Toyota bergeser pada TNGA menberikutnya. Pabrikan mobil ini sedang mempelajari mana platform yang terbaik, dan setelah melihat pada TNGA, pabrikan mobil ini mengatakan bahwa ini adalah yang terbaik, demikian ditambahkan oleh Koba.

 

Model C-HR adalah Toyota kedua, setelah Prius yang baru, yang menggunakan platform TNGA. Penggunaannya memungkinkan pabrikan mobil ini untuk mengemas tiga penggerak berbeda ke dalam C-HR. TNGA ini juga mengurangi biaya produksi dan kemajemukan dari pembagian komponennya dengan pasangan platformnya, Prius dan Corolla generasi berikutnya, diharapkan di tahun 2019.

 

Namun penundaan ini berarti bahwa Toyota telah kehilangan segmen yang panas di AS, dimana saingannya seperti Nissan, Honda, Subaru dan Mazda telah sukses semuanya. Penjualan crossover subkompak di AS lebih dari dua kali lipat pada tahun 2015 sebesar 389.960 unit dibandingkan dengan tahun sebelumnya, menurut Pusat Data Automotive News. Dan tahun ini mereka naik 88% sampai Februari.

 

Tim Urquhart, seorang analis utama di IHS mengatakan kepada Automotive News bahwa Toyota sedikit terlambat untuk merayakannya. Namun diantisipasi oleh Toyota dengan desain yang berani pada C-HR, dan keberhasilannya akan sampai pada harga dan kualitasnya, demikian ditambahkan oleh Urquhart.

 

Tidak ada rincian harga yang diumumkan di Jenewa, yang mana menampilkan perdana model untuk Eropa dengan penggerak hybrid 1,8 liter. Karena C-HR awalnya ditujukan untuk pasar AS sebagai Scion, sebuah proposisi yang berarti target pembeli tidak mencari hybrid, hanya mesin 4-silinder 2.0-liter akan datang ke AS untuk saat ini, demikian dikatakan Koba. Model hybrid untuk AS ini, kemungkinan akan tampil perdana pada akhir tahun ini sebelum dijual pada tahun 2017. [tm]