Renault-Nissan (ilustrasi produk)

 

Paris, SolusiMobil.com – Perusahaan Aliansi Renault-Nissan mengatakan pada Jumat lalu bahwa mereka mengharapkan untuk menghasilkan 5,5 milyar Euro (6 miliar Dolar) dari sinergi di tahun 2018 dengan mengintegrasikan lebih banyak divisi dan berbagi sumber daya yang lebih baik dalam kemitraan.

 

Carlos Ghosn, CEO dan Ketua Aliansi Renault-Nissan, mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa industri otomotif sedang berkembang pesat, membutuhkan Renault dan Nissan untuk meningkatkan aliansinya sebagai perangkat bisnis pragmatis. Ghosn Ghosn menambahkan bahwa jalan di depan merupakan satu dari banyak konvergensi, untuk itu diperlukan kerja sama yang lebih erat lagi.

                             

Konvergensi yang meningkat antara pabrikan mobil Perancis itu dan 43,4% saham yang dimiliki mitranya dari Jepang menghasilkan lebih dari 4 milyar Euro dalam sinergi di 2015. Kedua perusahaan ini berharap untuk mulai menerapkan rencana penghematan biaya pada 1 April mendatang.

 

Sejak penyelamatan tahun 1999 oleh Renault, Nissan telah menguasai perusahaan induknya di Perancis dan kini memimpin maju di area teknik dan bidang utama lainnya, dalam aliansinya sekarang mencapai peringkat sebagai pabrokan mobil terbesar keempat di dunia dengan kombinasi penjualan.

 

Aliansi ini menarik garis di bawah perebutan kekuasaan delapan bulan dengan pemerintah Perancis pada bulan Desember, dengan sebuah pengimbang kesepakatan yang berkompromi meningkatkan pengaruh negara pada Renault bersamaan dengan kontrol yang lemah atas afiliasi Jepangnya. [tm]