Maverick Viales Motogp 2016

SolusiMobil.com - Kegalauan melanda hati Maverick Vinales, meski akhirnya meraih podium perdana di MotoGP Perancis 2016, pebalap berusia 21 ini tetap merasa galau kala menyikapi masa depannya di MotoGP.


Meratapi nasib masa depannya akankah tetap bersama Suzuki di tahun ketiga MotoGP, sementara isu tentang kepindahan dirinya ke Movistar Yamaha untuk menggantikan Lorenzo menjadi bola liar.

“Keputusan ini akan benar-benar sulit, yang pasti saya akan membuat keputusan segera. Saya tidak perlu berpikir keputusan ini dipengaruhi oleh dapat podium atau tidak,” ungkap Vinales.

Dikutip dari Dapurpacu, Maverick menambahkan, bahwa dirinya masa jeda dari seri Perancis ke seri Italia selama dua minggu akan dipakai Vinales untuk berfikir tentang masa depannya. “Jujur saja, saya harus berpikir di rumah, ketika semuanya santai, karena saya ingin mengambil keputusan karena butuh waktu untuk berpikir, sulit untuk berkonsentrasi seratus persen. Begitu aku bisa, aku akan mengambilnya ” tutur Vinales.

Namun kegalauan Vinales sepertinya sedikit terjawab dengan pernyataan “sesepuh” Suzuki yakni Kevin Schwantz, mantan juara GP500.

“Jika saya berada di posisi Maverick dan mencoba membuat keputusan bisnis yang cerdas, keputusan karir cerdas, saya akan tetap di Suzuki. Saya akan berpikir, bila menyiapkan motor dengan baik saat kualifikasi dan start sedikit lebih baik, saya bisa menang. Saya bisa balapan di depan setiap balapan sejauh ini.“

“Hal mudah, perhatikan balapan dimana seorang pebalap memulai balapan dan mengakhiri balapan di Le Mans kemarin.”

“Bila memulai dengan hal yang buruk, Maverick bisa melakukan apa yang Rossi lakukan datang dari belakang dan tiba-tiba menyingkirkan Dovizioso dan Marquez. Kecepatan Maverick saat balapa itu mirip dengan Rossi.”

“Masalahnya bila bersama Yamaha dan bersanding dengan Rossi. Bisa saja dilecehkan, tak bisa menandinginya, penilaian langsung ke tempat sampah.”

“Beda bila bersama Suzuki, tak ada tekanan di sana. Bisa lebih konsentrasi, meningkatkan kemampuan diri dan melengkapi sebagai pebalap sesungguhnya.”

“Sejatinya akan menemui hal tersebut, motor sudah memiliki kapasitas menandingi Yamaha dan Honda. Ini bergantung dari pebalap yang mengombinasikan skill dan kecerdasan pengalaman saat balapan,” yakinnya.[Hml/Wa]