Dieter Zetsche, Boss Daimler AG

 

Jenewa, SolusiMobil.com - Dieter Zetsche, bos Daimler AG, mengatakan bahwa kendaraan listrik (EV) mungkin akan membutuhkan jangkauan minimal 310 mil per sekali pengisian (charge) untuk menjadi pilihan utama terhadap mobil bertenaga bensin. Zetsche mengatakan pekan lalu pada Geneva Auto Show, bahwa jangkauan tersebut mungkin merupakan jumlah yang masuk akal untuk dicapai, namun tidak ada angka ajaib untuk memicu penerimaan konsumen secara luas terhadap kendaraan listrik tersebut.

 

Zetsche, pada meja bundar dengan media AS, mengatakan bahwa dia tidak tahu apakah ada satu titik kritis setelah dalam dua tahun semua mesin pembakaran internal akan diganti dalam penjualan mobil baru oleh mobil listrik. Sebaliknya, ia menggambarkan sebuah sebuah rangkaian kesatuan dari langkah-langkah yang diperlukan.

                   

Salah satu langkah-langkah tersebut; harga Baterai harus turun untuk EV untuk mencapai harga yang akan mendorong konsumen untuk menukar kendaraan bertenaga bensin ke listrik. Zetsche memperkirakan bahwa harga baterai sekitar $ 170 per-kwh. Dan ditambahkan bahwa harga $ 110 sampai $ 130 per-kwh mungkin merupakan nilai ambang dimana kebijakan kinerja dan kebijakan harga (performancewise & costwise) yang anda mulai menjadi kompetitif.

                  

General Motors mengatakan bahwa semua kendaraan listrik Chevrolet Bolt-nya mulai dijual akhir tahun ini, dan akan menjadi kendaraan dengan per-kwh termurah di pasar. Baterai Bolt, yang bersumber dari LG Chem, dihargai $ 145 per-kwh-nya, hal ini membantu pabrikan mobil itu dalam menjaga harga Bolt pada $ 37.500 per-unit, termasuk pengiriman tapi sebelum kredit pajak.

 

Zetsche mengatakan bahwa dengan menarik keluar EV dari pasar terbatas juga berarti pengembangan lebih jauh terhadap infrastruktur EV. Dan dengan memperluas jangkauan kendaraan plug-in hybrid juga akan menjadi langkah menuju pemakaian EV secara luas. Dan Mercedes-Benz Daimler sudah menjadi yakin terhadap kendaraan plug-in hybrid nya.[tm]