Kemacetan lalu lintas terburuk di Amerika (ilustrasi)

 

SolusiMobil.com - Dengan dipicu oleh faktor; harga gas yang murah dan tingkat pengangguran yang rendah, serta populasi yang bertumbuh, menurut Federal Highway Administration (FHA) bahwa orang Amerika berkendaraan sepanjang lebih dari 3 triliun mil tahun lalu, terbanyak sejak mulainya resesi besar. Namun aktivitas ekonomi meningkat seiring dengan sisi negatifnya, banyak pengendara yang terjebak dalam kemacetan lalu lintas.

 

Menurut Inrix, penyedia layanan real-time terkemuka dan data lalu lintas prediktif, bahwa kemacetan tersebut merupakan masalah yang berkembang pada kebanyakan kota besar di Amerika Serikat. Perusahaan yang berbasis di Seattle ini mengeluarkan traffic scorecard tahunan pada Selasa lalu, dan mendapatkan para pelancong di Amerika membuang waktu lebih banyak dalam kemacetan lalu lintas daripada di tempat lainnya di dunia. Ditambahkan oleh Inrix bahwa rata-rata pelancong Amerika ini kehilangan rata-rata hampir 50 jam setahun yang terbuang begitu saja dalam lalu lintas.

 

Tergantung dimana anda tinggal, angka (waktu) tersebut dapat sangat bervariasi. Para pelancong dari Los Angeles menghadapi kondisi terburuk di negara ini, sedikitnya 81 jam waktu yang terbuang per tahun di lalulintas. Berikutnya, para pengemudi di Washington dan San Francisco kehilangan waktu rata-rata 75 jam.

                                         

Pembulatan waktu terbuang yang merupakan 10 teratas di Amerika: Houston (74 jam), New York (73 jam), Seattle (66 jam), Boston (64 jam), Chicago (60 jam), Atlanta (59 jam) dan Honolulu (49 jam). Di seluruh dunia, para pelancong dari London menghadapi lalu lintas terburuk, hingga membuang waktu 101 jam per tahun tidak mengerjakan apa-apa di mobil mereka. Tapi kota-kota di Amerika mengklaim lima tempat berikutnya. Menurut Inrix bahwa para pelancong Amerika ini secara keseluruhan membuang 8 milyar jam di lalulintas.

 

Ini akan menjadi lebih buruk. Menurut FHA diperkirakan bahwa 70 juta orang lebih akan bersaing untuk mendapatkan ruang di jalan raya selama 30 tahun ke depan. Selama periode yang sama, proyeksi DOT menunjukkan akan ada 65% lebih truk di jalan-jalan Amerika.

 

Para pejabat transportasi sudah mulai memikirkan ulang pendekatan mereka untuk berurusan dengan kemacetan perkotaan. Pada bulan Desember, DOT membuat gebrakan Smart City Challenge, sebuah kompetisi nasional yang menawarkan 40 juta Dolar uang federal sebagai hadiah bagi satu kota yang menyajikan rencana yang paling inovatif untuk mengkonfigurasi ulang masa depannya terhadap pilihan transportasi yang berkelanjutan dan berbagi sementara menggabungkan kegunaan dari solusi data.

 

Seval Oz, kepala unit bisnis Kontinental untuk sistem transportasi cerdas, mengatakan bahwa sebagai masyarakat, mereka tidak menghargai waktu sama sekali, mereka belum memikirkan berapa banyak biaya terbuang hanya berdiam di lalu lintas. Oz menambahkan bahwa dia suka mengemudi, tapi dia tidak suka mengemudi dalam kemacetan lalu lintas, terjadi koneksi yang terputus di sana.

 

DOT berharap menerima 15 sampai 20 aplikasi untuk Smart City Challenge, tetapi 78 kota di Amerika yang mengajukan aplikasi. Pekan lalu, Menteri Transportasi Anthony Foxx mempersempit daftar tersebut menjadi tujuh finalis. Dan pemenang akan diumumkan pada bulan Juni.

 

Meskipun hanya satu kota yang akan menang, para pejabat federal mengatakan bahwa banyaknya aplikasi yang menunjukkan bahwa perencana kota mulai membicarakannya, ada beberapa yang mendesak, sehingga kemacetan, polusi dan kesenjangan ekonomi sering disebabkan oleh kondisi dan infrastruktur jalan saat ini.

 

Saat berbicara pada South By Southwest di Austin – Texas pada hari Minggu, Foxx mengatakan bahwa mereka (sebagai bangsa) memiliki masalah transportasi yang sangat menantang dan dia berpikir bahwa beberapa orang mungkin mengatakan bahwa itu masalah sosial. Pertanyaannya adalah apa yang akan kita lakukan mengenai itu. [tm]