Pengereman Darurat Otomatis di Persimpangan Jalan (ilustrasi)

 

SolusiMobil.com - Pekan lalu, pabrikan mobil sepakat untuk membuat standar pengereman darurat otomatis yang pada 2022 akan terbukti menjadi tambang emas bagi pemasok radar, kamera, lidar dan perangkat lunak yang wajar dari itu semua.

 

Baru-baru ini, IHS Automotive, sebuah perusahaan konsultan manjemen bisnis, menghitung bahwa sistem bantuan bagi pengemudi (tidak termasuk bantuan parkir) akan meningkatkan pendapatan bagi pemasok sebesar 25% per tahun sampai 2021. Perkiraan IHS tersebut diterbitkan sebelum pengumuman Kamis lalu.

                            

Setelah pengumuman dari pabrikan mobil itu, Richard Kwas analis Wells Fargo yang disebut Mobileye, Delphi dan Autoliv sebagai perusahaan-perusahaan yang diposisikan untuk mendapatkan bisnis baru. Pemasok lain, seperti ZF TRW, Continental AG dan Denso, juga akan mendapatkan keuntungan.

 

IHS mengharapkan para pemasok kamera dan perangkat lunak terhadap penglihatan (visi) menjadi penerima manfaat terbesar dari segmen pasar yang akan menghasilkan $ 9,3 milyar di penjualan global pada 2021, naik dari yang diperhitungkan sebesar $ 5,2 milyar di 2016.

 

Sistem pencegah tabrakan biasanya menggunakan sebuah campuran dari dua macam sensor atau lebih, seperti kamera, radar, ultrasound, lidar. Saat ini, sensor radar menjadi penjual teratas (top seller). Namun pendapatan dari radar ini disamaratakan sedikit karena turunnya harga unit secara individu. Sebaliknya, para pemasok mengembangkan kamera yang lebih canggih untuk kendaraan yang dapat berpindah jalur tanpa campur tangan pengemudi. Sehingga penjualan kamera akan tumbuh secara signifikan.

 

Laporan HIS juga mengatakan bahwa sensor kamera yang paling serbaguna, memiliki kebalikan yang paling besar dan akan terus tumbuh secara signifikan dalam volumenya, pendapatannya dan jumlah rata-rata unitnya per kendaraan.

 

Menurut Jeremy Carlson, seorang analis, yang menulis laporan HIS, mengatakan bahwa teknologi yang menjanjikan lainnya adalah lidar. Sementara sekarang ini, lidar mengisi pasar kecil terbatas, penjualannya akan meningkat karena menurunnya harga per unit. Perusahaan Quanergy Systems, yang memulai sebuah Silicon Valley, telah menandatangani kontrak untuk memproduksi sensor bagi Mercedes-Benz, Hyundai-Kia dan Renault-Nissan. Setiap kendaraan kemungkinan akan dilengkapi dengan empat sensor lidar.

 

Carlson mencatat bahwa oleh karena unit-unit lidar yang kemungkinan akan dihargai sekitar $ 250 per unitnya, atau sekitar $ 1.000 untuk 4 unit per set per kendaraan, lidar akan tetap menjadi produk terbatas untuk lima tahun ke depan atau lebih. Jadi kamera merupakan produk dengan pertumbuhan yang paling potensial saat ini, demikian Carlson menambahkan dalam perkataannya. Misalnya, Mobileye telah mengembangkan kamera trifocal baru untuk mendeteksi rintangan yang ada di depan kendaraan. Dan lagi untuk kamera trifocal nya, Mobileye telah mengembangkan sebuah pengaturan dari lima kamera tersebut untuk memberikan penglihatan 360 derajat di sekitar mobil.

 

Laporan Carlson mencatat bahwa kemungkinan pabrikan mobil akan terus menggunakan radar sebagai cadangan bagi kamera. Namun demikian, kamera depan terus menjadi peluang memperoleh pendapatan yang paling signifikan bagi pemasok. Nyatanya pemasok sudah mendapatkan pesan tersebut. Hampir setiap produsen utama dari teknologi pencegahan terhadap tabrakan; Continental AG, Denso, ZF TRW, Delphi dan lain-lain, telah mengembangkan kamera bersama dengan radar. Tapi pembeda yang nyata adalah perangkat lunak yang mendeteksi hambatan, dimana telah membantu Mobileye membariskan dua lusin pelanggan otomotifnya.

 

Carlson berharap pabrikan mobil akan terus mengadopsi sebuah pendekatan terhadap sabuk dan suspender pengaman untuk menghindari tabrakan dengan menggunakan campuran beberapa sensor. Tapi untuk saat ini, pembelanjaan yang cerdas tampaknya dipertaruhkan pada kamera. [tm]